AS vs China

Mantan Ahli Pentagon Mengaku AS Sudah Diungguli oleh China di Bidang Kecerdasan Buatan atau AI

Hubungan China dengan Amerikas Serikat seperti yang diketahui tengah memanas.

Editor: Glendi Manengal
geralt/pixabay
Ilustrasi kecerdasan buatan 

Chaillan menyalahkan inovasi yang lamban, keengganan perusahaan AS seperti Google (GOOGL.O) untuk bekerja sama dengan negara.

Ia menyebut problemnya terkait dalih AI dan perdebatan etika yang ekstensif mengenai teknologi yang dikembangkan.

Google tidak segera memberikan komentar atas pernyataan ini.

Perusahaan-perusahaan Cina, kata Chaillan, wajib bekerja dengan pemerintah mereka dan "investasi besar-besaran" di AI tanpa memperhatikan etika.

Dia mengatakan pertahanan siber AS di beberapa departemen pemerintah berada di "tingkat taman kanak-kanak".

Chaillan mengumumkan pengunduran dirinya pada awal September 2021.

Ia mengatakan para pejabat militer AS yang ditugaskan dinilai kurang berpengalaman di bidang AI.

Seorang juru bicara Departemen Angkatan Udara mengatakan ada kontak dengan Chaillan sesudah pengunduran sosok ilmuwan itu.

Frank Kendall, Menteri Angkatan Udara AS, berdiskusi dengan Chaillan terkait pengembangan perangkat lunak departemen di masa depan. Ia berterima kasih atas kontribusi Chaillan.

(Tribunnews.com/Reuters/xna)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan Eks Ahli Pentagon, Cina Sudah Ungguli AS di Perang Artificial Intelligence.

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved