Breaking News:

RHK Kamis 7 Oktober 2021

RENUNGAN HARIAN KELUARGA Keluaran 18:21-22 - Pilihlah Pemimpin yang Jujur dan Berintegritas

Jujur dan berintegritas adalah sifat dan sikap hidup yang sangat ideal bagi seorang pemimpin yang didambakan oleh banyak orang

Editor: Aswin_Lumintang
NET
Ilustrasi Nabi Musa membawa Bani Israil keluar dari kezaliman Fir'aun 

Keluaran 18:21-22
"Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang.
Dan sewaktu-waktu mereka harus mengadili di antara bangsa; maka segala perkara yang besar haruslah dihadapkan mereka kepadamu, tetapi segala perkara yang kecil diadili mereka sendiri; dengan demikian mereka meringankan pekerjaanmu, dan mereka bersama-sama dengan engkau turut menanggungnya."
----------------------------------------------

Ilustrasi Nabi Musa
Ilustrasi Nabi Musa (Kolase Tribun Manado/Foto: Istimewa)

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jujur dan berintegritas adalah sifat dan sikap hidup yang sangat ideal bagi seorang pemimpin yang didambakan oleh banyak orang. Karena orang yang demikian diharapkan dapat membawa keberhasilan dalam semua rencana kerja dan pelayanan termasuk di dalam persekutuan gereja.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI), jujur artinya lurus hati, tidak berbohong dan tidak curang. Integritas adalah mutu, sifat atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh yang memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan atau kejujuran.

Inilah yang dimaksudkan dalam pembacaan Alkitab kita hari ini. Yitro meminta Musa untuk mencari (memilih) dari antara bangsa Israel untuk menjadi pemimpin seribu orang, seratus orang, lima puluh orang dan sepuluh orang.

Kejujuran dan integritas diri mereka digambarkan sebagai orang yang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya dan benci terhadap pengejaran suap. Tentu dari bacaan Firman ini, kita diajak untuk jeli melihat dan dengan hikmat dalam doa serta dengan iman memilih orang yang jujur dan berintegritas menjadi pemimpin dalam jemaat. Sebab menjadi pemimpin dalam jemaat juga akan menjadi pelayan Tuhan dan menggembalakan kita sebagai kawanan domba Allah.

Baca juga: BACAAN ALKITAB Keluaran 18:21-23 - Merit System dan Profesionalisme

Baca juga: Rekor Italia Hancur Ditangan Spanyol, Kota Milan Kotor Lagi Setelah 96 Tahun, Donnarumma Disoraki

Keluarga Kristen yang dikasihi Tuhan, secara khusus sebagai warga GMIM, melalui perenungan ini kita diajak untuk mulai mengamat-amati orang yang ada di sekitar kita, khususnya sesama warga gereja (GMIM), sekaligus berdoa kepada Tuhan agar kita dapat mempersiapkan diri untuk nantinya memilih seorang pemimpin yang dapat menjalani kerja pelayanan dengan kejujuran dan berintegritas.

Sebagai orang percaya, kita tidak harus menjadi pemilih yang ikut- ikutan dan tidak perlu terpengaruh atau bergantung pada bujukan orang, melainkan memilih berdasarkan pada panggilan hati dan iman kita sendiri. Dengan demikian kita tidak salah menilai dan memilih pemimpin yang akan melayani Tuhan di masa yang akan datang yaitu pada periode pelayanan 2022-2026. Amin.

DOA: Ya Tuhan Allah, tuntunlah kami untuk dapat memilih orang yang jujur dan berintegritas untuk menjadi pemimpin kami dan pelayan-Mu. Amin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved