Breaking News:

RHK Kamis 7 Oktober 2021

BACAAN ALKITAB Keluaran 18:21-23 - Merit System dan Profesionalisme

Yitro sungguh luar biasa. Meski dia hidup sekitar 3000-an tahun lalu, ternyata dia memiliki visi yang sangat kontemporer

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
ILUSTRASI Renunan: Bacaan Alkitab 

Keluaran 18:21-23
TRIBUNMANADO.CO.ID - Yitro sungguh luar biasa. Meski dia hidup sekitar 3000-an tahun lalu, ternyata dia memiliki visi yang sangat kontemporer (tak terbatas waktu), cocok dan menjadi contoh, model dan gaya manajemen dan kepemimpinan modern hingga detik ini. Dia menjadi sumber segala inspirasi manajemen yang tetap relevan sampai di zaman now.

Itulah yang diajarkannya kepada Musa. Yakni menjadi pemimpin yang profesional, terutama dalam merekrut, menetapkan dan menempatkan serta mengangkat para pemimpin. Dia menawarkan kepada Musa apa yang dikenal sekarang dengan _merit system_ atau meritokrasi dalam memilih, mengangkat dan menempatkan pemimpin.

Renungan Harian Kristen
Renungan Harian Kristen (Istimewa)

Meritokrasi atau merit system adalah sistem yang memberikan kesempatan dan penghargaan kepada seseorang untuk menjadi pemimpin berdasarkan, kualifikasi, kompetensi/kemampuan, kinerja, prestasi, keahlian, kapasitas, kepatutan dan kepantasan secara wajar tanpa diskriminasi. Bukan karena hubungan kedekatan, koneksifitas, kekayaan, kekeluargaab, status sosial dll.

Namun, Yitro membahasakan sistem itu kepada Musa dengan memilih orang cakap, takut akan Allah, dapat dipercaya dan benci suap. Sederhana bahasanya, tapi maknanya sangat dalam dan komprehensif atau menyeluruh. Mencakup segala hal. Artinya Musa jangan memilih pemimpin karena uang, KKN ataupun cara lain yang tidak wajar. Apalagi dengan melanggar aturan.
Demikian firman Tuhan hari ini.

Di samping itu kaucarilah dari seluruh bangsa itu orang-orang yang cakap dan takut akan Allah, orang-orang yang dapat dipercaya, dan yang benci kepada pengejaran suap; tempatkanlah mereka di antara bangsa itu menjadi pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang. (ay 21)_

Tidak hanya cara memilih orang dengan merit system yang diajarkan Yitro kepada Musa. Termasuk dalam hal sistem dan tata kerja serta pengorganisasian pekerjaan. Hal _distribution of job_ (pembagian tugas) juga diajarkannya kepada Musa. Yakni dengan membentuk struktur organisasi yang berjenjang, teratur dan sistematis. Tetmasuk dalam hal proses pengambilan keputusan yang bertingkat (pemimpin 1000, 100, 50, 10).
Hal itu sekaligus untuk melokalisir persoalan. Agar setiap persoalan umat dan bangsa dapat diselesaikan secara sistematis, teratur, efektif dan efisien menurut tingkatannya.

Dengan demikian tidak terjadi penumpukan masalah ataupun tumpang tindi masalah. Juga tidak ada masalah yang terabaikan. Model kepemimpinan dan pengorganisasian pekerjaan seperti inilah yang sedang terjadi dan diadopsi oleh seluruh bangsa di bumi ini. Termasuk gereja, bangsa dan negara, masyarakat, organisasi-organisasi serta perusahaan sebesar dan secanggih apapun juga.

Jika model kerja dan penerapan sistem pengorganisasian ini dilakukan, maka hasilnya lebih produktif dan sukses, serta mencapai tujuan yang diinginkan. Yitro membahasakannya dengan: _"seluruh bangsa itu akan pulang dengan puas senang ke tempatnya" (ay 23)_

Dari mana ilham dan hikmat yang diperoleh Yitro sehingga saran dan advisnya melebihi kemampuan profesor siapapun dan di manapun di dunia ini? Dia lebih hebat dari semua ahli manajemen dan organisasi yang pernah ada di dunia ini, karena dialah yang mula-mula menemukan itu. Semua itu dia dapatkan dari Allah (ay 11, 12).
Sahabat Kristus, Alkitab adalah sumber inspirasi kehidupan umat manusia. Tak terkecuali untuk ilmu pengetahuan. Itulah antara lain kekayaan firman Tuhan. Itu selalu terjadi pada orang yang takut akan Tuhan. Seperti Yitro maupun Musa.

Belajarlah dari profesionalisme Yitro yang tidak egois dan mementingkan diri sendiri, tapi selalu peduli dengan pemimpin. Ikutilah teladan Musa yang rendah hati dan rela menerima kritik dan melakukannya tanpa mengeraskan hati ataupun membela diri. Akhirnya semuanya lancar dan sukses.

Modal dari mereka berdua adalah iman kepada Tuhan dan kerendahan hati. Dengan iman itu, mereka memperoleh hikmat dari Allah. Karena itu carilah Tuhan agar kita beroleh hikmat daripada-Nya.

Lakukanlah seperti yang sudah diajarkan Yitro dan seperti kepenurutan Musa kepada mertuanya. Jangan mengandalkan kekuatan sendiri. Mintalah hikmat dari Tuhan dan bekerjasamalah dengan sesama, serta lakukanlah firman Tuhan. Niscaya segala sesuatu yang kita lakukan Tuhan buat semuanya sukses dan indah pada waktunya. Amin

DOA: Tuhan Yesus, ajarlah kami bekerja profesional dan berlaku adil dan benar dalam segala hal, sesuai firman-Mu, agar hidup kami selalu diberkati Tuhan. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved