Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Kisah Warga Lubang Buaya, Lihat Jenasah Para Jenderal Dimasukan, Sempat Diajak Ikut Latihan PKI

Peristiwa makar terhadap negara pemberontakan Gerakan 30 September 1965 atau G30S/PKI masih begitu membekas dalam ingatan.

Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribunmanado/Istimewa
Kisah Warga Lubang Buaya, Lihat Jenasah Para Jenderal Dimasukan, Sempat Diajak Ikut Latihan PKI 

Menurut dokter forensik, inilah yang menyebabkan kondisi mata salah satu korban sangat buruk.

Dalam sebuah wawancara dengan Indoprogress, dokter Liauw Yan Siang yang melakukan otopsi terhadap sejumlah jenderal yang dikubur di dalam sumur di Lubang Buaya juga membantah terjadi penyiksaan.

Sebelumnya, dalam wawancara kepada Majalah D&R edisi 3 Oktober 1998, ahli forensik Universitas Indonesia yang juga terlibat dalam tim otopsi, Prof Dr Arif Budianto juga membantah adanya penyiksaan.

Dia membantah adanya pemotongan terhadap kelamin para jenderal dan korban penculikan pada G30S. Terkait adanya kondisi mata yang buruk, hal itu disebabkan kondisi mayat yang terendam, dan bukan karena ada kekerasan atau adegan paksa.

"Memang kondisi mayat ada yang bola matanya copot, tapi itu karena sudah lebih dari tiga hari terendam, bukan karena dicongkel paksa," ucap Arif kepada D&R, yang kini sudah tidak lagi terbit.

"Saya sampai periksa dengan saksama tepi mata dan tulang-tulang sekitar kelopak mata, apakah ada tulang yang tergores. Ternyata tidak ditemukan,” ujar dia.

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Kesaksian Tokoh Agama di Lubang Buaya Terkait Peristiwa Gerakan 30 September 1965

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved