Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

G30S PKI

Kisah Jokowi Dituduh Antek PKI, Foto Viral Saat Kampanye DN Aidit: Saya Lahirnya Tahun 1961

Presiden Jokowi pernah dituduh sebagai antek dari Partai Komunis Indonesia ( PKI). Bermula dari sebuah foto viral saat DN Aidit Berpidato

Penulis: Rhendi Umar | Editor: Rhendi Umar
Kolase Tribun Manado/ Foto: Istimewa
Kisah Jokowi Dituduh Antek PKI, Foto Viral Saat Kampanye DN Aidit: Saya Lahirnya Tahun 1961 

TRIBUNMANADO.CO.ID -  Presiden Jokowi pernah dituduh sebagai antek dari Partai Komunis Indonesia ( PKI).

Hal tersebut bermula dari sebuah foto hitam-putih yang menggambarkan sosok pemimpin Partai Komunis Indonesia (PKI), Dipa Nusantara Aidit, sedang berpidato saat ini tersebar di masyarakat.

Foto itu tersebar bukan karena bangkitnya gerakan PKI di Tanah Air, tetapi karena seseorang yang berdiri di depan mimbar Aidit.

Orang itu disebut sebagai Presiden Joko Widodo.

Sontak foto itu mengembuskan kembali isu lama yang menyebutkan Jokowi sebagai bagian dari PKI.

Jokowi membantah

Dalam sebuah kesempatan di Masjid Baitussalam, Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Jokowi membantah foto tersebut di hadapan para ulama.

"PKI dibubarkan tahun 1965/1966, saya lahirnya tahun 1961. Umur saya berarti saat itu masih 4 tahun. Apa ada aktivis balita?" ujar Jokowi.

Presiden Joko Widodo
Presiden Joko Widodo ()

Sebelumnya, Jokowi juga mengeluarkan bantahan terhadap foto yang diisukan sebagai dirinya itu.

"Siapa yang membuat gambar nakal seperti ini? Tapi kok saya lihat-lihat mirip saya, ternyata benar saya. Tapi tahun segitu saya belum lahir. Ya kok bisa-bisanya masih percaya gitu lho?" kata Jokowi.

Tegaskan soal Fitnah PKI

Presiden Joko Widodo (Jokowi) turut berkomentar atas penyebaran hoaks yang marak belakangan ini dan membantah fitnah PKI yang ditujukan kepadanya.

Jokowi mengatakan sudah memerintahkan pihak kepolisian untuk mengejar dan menindak tegas para pelaku.

Meski Polri telah mengungkap dua sindikat penyebar informasi hoax, ujaran kebencian dan fitnah, yaitu Saracen dan Muslim Cyber Army (MCA), Presiden Joko Widodo merasa media sosial masih hangat akan konten negatif tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved