Breaking News:

G30S PKI

Detik-detik Jenderal Ahmad Yani Dibunuh Cakrabirawa G30SPKI, Eddy Yani: Saya Saksikan Bapak Ditembak

Detik-detik Jenderal Ahmad Yani dibunuh saat G30S PKI 1965 ternyata disaksikan langsung oleh putra bungsunya, yakni Irawan Sura Eddy atau Eddy Yani.

Editor: Frandi Piring
Democrazy.id
Kronologi Jenderal Ahmad Yani Dibunuh Cakrabirawa G30S PKI 1965. Disaksikan putra bungsu sang jenderal, Eddy Yani. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah cerita sejarah peristiwa Gerakan 30 September atau G30S PKI 1965, terbunuhnya 6 dewan jenderal TNI AD. Satu di antaranya Jenderal Ahmad Yani

Aksi pemfitnahan oleh pemberontak PKI dengan menghabisi dewan jenderal yang dituding akan melakukan kudeta terhadap presiden Soekarno kala itu.

Jenderal Ahmad Yani hingga Mayjen D.I Panjaitan diculik lalu dibantai pasukan Cakrabirawa dibawa kuasa para pimpinan pemberontak PKI.

Peristiwa kelam itu menyisahkan duka dan kesedihan bagi bangsa Indonesia terutama bagi keluarga yang ditinggalkan.

Seperti cerita dari salah satu anak Jenderal Ahmad Yani, Irawan Sura Eddy atau Eddy Yani.

Detik-detik Jenderal Ahmad Yani dibunuh ternyata disaksikan langsung oleh putra bungsu sang jenderal, yakni Irawan Sura Eddy atau Eddy Yani.

Pada Kamis (21/9/2017) lalu, Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A Yani tiba-tiba ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah.

Putra ketujuh <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/jenderal-ahmad-yani' title='Jenderal Ahmad Yani'>Jenderal Ahmad Yani</a>, Untung Yani (Kiri) bersama putra kedelapan, <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/eddy-yani' title='Eddy Yani'>Eddy Yani</a> (Kanan), berbincang dengan pengunjung di halaman depan Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A Yani, di Jalan Lembang No 58, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/9/2017). (TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA)
Salah satu anggota tim forensik yang berusaha membeberkan apa yang sebenarnya terjadi pada para jenderal yang menjadi korban <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/g30s' title='G30S'>G30S</a> adalah dr. Lim Joe Thay.

(Foto: Putra ketujuh Jenderal Ahmad Yani, Untung Yani (Kiri) bersama putra kedelapan, Eddy Yani (Kanan), berbincang dengan pengunjung di halaman depan Museum Sasmitaloka Pahlawan Revolusi Jenderal TNI A Yani, di Jalan Lembang No 58, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/9/2017). (TRIBUNNEWS/FRANSISKUS ADHIYUDA) Salah satu anggota tim forensik yang berusaha membeberkan apa yang sebenarnya terjadi pada para jenderal yang menjadi korban G30S adalah dr. Lim Joe Thay. (wartakota)

Museum yang terletak di jalan Lembang No.58, Menteng, Jakarta Pusat ini memang menjadi tempat bersejarah

di mana Jenderal Ahmad Yani di tembak oleh pasukan Tjakrabirawa pada 1 Oktober 1965.

Tepat dihalaman depan museum yang dulunya kediaman Jenderal Ahmad Yani, sang putra Bungsu yakni Eddy Yani

tengah bercerita kepada para pengunjung museum tentang peristiwa kelam tersebut.

"Ini bapak Eddy yang difilm G30S/PKI yang masih kecil itu ya.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved