Ketua PKK Bitung Apresiasi dr Lanny yang Peduli Balita hingga Lansia
Selain itu juga diberikan kursi roda kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) dan susu.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Charles Komaling
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO – Ketua TP PKK Kota Bitung Ir Ny Rita Mantiri Tangkudung, secara simbolis menyerahkan alat kesehatan posyandu, beras Fortifikasi, makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi.
Selain itu juga diberikan kursi roda kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) dan susu.
Penyerahan ini berlangsung saat kunjungan kerja TP PKK Kota Bitung di Posyandu Kelurahan Girian Weru 2 Kecamatan Girian, tepatnya di rumah Dr Lanny Mamahit kepala Puskesmas Girian, Kamis (23/9/2021).
Menurut Rita Mantiri Tangkudung Ketua TP PKK Kota Bitung, kegiatan ini merupakan bagian dari program TP PKK Pokja 4 bidang kesehatan keluarga dan lingkungan.
Serta tindak lanjut kerjasama dengan PT MSM/TTN, yang menyalurkan bantuan alat kesehatan Posyandu dan beras fertifikasi.
“Apresiasi kepada dr Lanny Mamahit yang sudah menyiapkan tempatnya, untuk pelayanan sosial kesehatan (Posyandu). Jarang ada orang yang memiliki kepedulian, khususnya kepada bayi, balita dan ibu hamil serta para lansia,” tutur Rita Tangkudung, Kamis (23/9/2021).
TP PKK Kota Bitung, bersama pemerintah dan semua pihak sangat konsen bantuan alat kesehatan posyandu, beras fortifikasi, makanan tambahan bagi ibu hamil dan bayi.
Terkait dengan program Presiden Joko Widodo, untuk mengatasi masalah stunting, Rita Tangkudung jelaskan, stunting atau gagal tumbuh kembang anak oleh karena itu harus diperhatikan soal gizi dan kesehatan agar dapat tumbuh berkembang dengan baik.
Ia berpesan kepada seluruh orang tua agar rajin membawa anak-anak ke posyandu.
“Agar tahu tumbuh kembang anak. Jangan segan ke posyandu. Disana juga ada imunisasi untuk pertumbuhan anak,” tambahnya.
Ia berharap seluruh orang tua yang punya balita bisa rutin ke posyandu untuk memeriksa perkembangan kesehatan anak. Selain itu juga pemeriksaan rutin juga penting untuk ibu hamil.
“Kesehatan terhadap anak di mulai pada 1.000 hari kehidupan, sejak masih di dalam kandungan, harus diiikuti pertumbuhanya sampai usia 2 tahun,” ujarnya.
Di wilayah kerja Puskesmas Girian Weru 2, ada delapan anak stunting. Ini menjadi perhatian pemerintah untuk penanganannya.
Adapun data jumlah Balita Stunting di pengukuran bulan Februari 2021 total berjumlah 84. Tersebar di 20 dari 69 kelurahan di delapan Kecamatan se Kota Bitung.
Dari informasi yang diperoleh Pemkot Bitung pada tanggal 1 September 2021, sejumlah ada 202 orang alami stunting dengan kategori tinggi sedang dan bawah. (*)