Breaking News:

Berita Mitra

Dugaan Pungli Merebak Sasar UPTD Samsat Minahasa Tenggara

Dugaan pungli yang beredar di salah satu media sosial langsung ditanggapi oleh KRI Samsat Mitra, AIPDA Obsel Lalihatu.

Penulis: Kharisma Kurama | Editor: Rizali Posumah
Istimewa.
KRI Samsat Mitra, AIPDA Obsel Lalihatu 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Dugaan adanya pungutan liar dalam pengesahan pajak bermotor menghantam UPTD Samsat Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra).

Dugaan pungli yang beredar di salah satu media sosial ini langsung ditanggapi oleh KRI Samsat Mitra, AIPDA Obsel Lalihatu.

“Untuk pengesahan tidak dipungut biaya. Namun kami tetap akan melakukan penyelidikan terkait laporan adanya dugaan pungli ini supaya bisa diketahui dengan jelas,” ungkap AIPDA Obsel Lalihatu.

Dirinya menegaskan bahwa terkait pungutan terhadap pengesahan memang tidak diizinkan dan sejauh ini belum pernah ada.

“Kami menegaskan hal tersebut tidak ada. Bahkan dari Samsat Mitra berdiri sampai sekarang tidak ada laporan negatif dari masyarakat karena memang belum pernah terjadi,” pungkasnya.

Sementara Kepala Seksi Pelayanan Pajak, M Tumembow menambahkan, pihaknya sangat menyesalkan akan adanya kabar pungli tersebut.

“Dugaan oknum tertentu melakukan pungutan liar, sama sekali tidak diizinkan di dan tidak ada di sini,” jelasnya.

Namun pihaknya akan mengklarifikasikan lebih lanjut dengan pihak kepolisian karena menyangkut pengesahan yang merupakan tanggung jawab pihak kepolisian, walau tetap berada dalam Samsat Mitra. 

“Samsat Mitra ada tiga instansi yang melayani wajib pajak, yakni Bapenda, Jasa Raharja, dan Kepolisian. Kalau Bapenda ada aturan berkaitan hal tersebut."

"Jika ada oknum ASN dan THL terbukti lakukan pungli, pasti ada punishment. Pihak kepolisian juga begitu,” tutupnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved