Berita Bitung
Warga Bitung Fatimah Musa Mengaku Terima Bantuan PKH Setiap Bulan
Informasi itu dikemas dalam video berdurasi 2 menit 31 detik, berisi video dan foto sekitar dua rumah warga di Bitung.
Penulis: Christian_Wayongkere | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado – Informasi yang menyebut adanya warga di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yang luput dari perhatian pemerintah diseriusi oleh Wali Kota Bitung Maurits Mantiri, Rabu (15/9/2021).
Informasi itu dikemas dalam video berdurasi 2 menit 31 detik, berisi video dan foto sekitar dua rumah warga di Bitung.
Oleh pihak yang belum diketahui siapa, menandai ke akun media sosial pengacara ternama di tanah air.
Dalam video itu, menyertakan keterangan bahwa warga di Kelurahan Empang Kecamatan Maesa Bitung Sulawesi Utara dalam keadaan kurang mampu, ada anggota keluarga disabilitas butuh bantuan pemerintah Kota Bitung.
Lalu caption dari video di akun Instagram milik pengacara yang belakang viral di Instagram, menuliskan bahwa keluarga itu satu dari sekian banyak keluarga di Kelurahan Empang yang belum pernah diberikan bantuan dari pemerintah.
Di kota Bitung ada 69 kelurahan, dan tidak ada kelurahan Empang.
Menurut Fatimah Musa dan Wisnu Datunsolang (36), untuk bantuan dari pemerintah sudah pernah dapat.
Bantuan itu seperti program keluarga harapan (PKH), diterima senilai rp 200 ribuan setiap bulannya langsung ke rekening.
“Terkait dengan video tersebut, kami tidak tau karena saat itu sedang tidur. Kami tidak tau siapa yang datang mengambil video dan tidak tau masalah itu, setelah foto-foto mereka langsung pergi."
"Yang viral itu dari rumah sebelah (rumah menantu), lalu di rumah kami tidak lama,” kata Wisnu Datunsolang menantu dari Sumarni Gobel.
Wali Kota Bitung Maurits Mantiri bersama Give Mose Kepala Dinas Sosial Kota Bitung, Camat Maesa H Posumah dan kepala lingkungan setempat.
Mendatangi keluarga yang di maksud, di belakang masjid Al Falah Kelurahan Kakenturan I, Kecamatan Maesa Kota Bitung.
Terpantau rumah keluarga tersebut semi permanen, beratap seng dan dinding. Berdiri diatas sebidang lahan.
Di atas lahan itu ada bagunan dua bangunan semi permanen lainnya.
Wali Kota dan jajaran disambut keluarga tersebut. Kemudian terjadi percakapan dan terungkap ada anggota keluarga tak memiliki BPJS Kesehatan dan beberapa dokumen kependudukan lainnya.