Berita Kotamobagu
Walikota Tatong Bara Minta Bantuan Provinsi Naikkan Status UPTD-PPA Kotamobagu ke Tipe A
Kampanye stop kekerasan anak dan perempuan terus digelorakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Sulawesi Utara (Sulut)
Penulis: Nielton Durado | Editor: Chintya Rantung
Kedatangan Kadis Kartika ke Kotamobagu karena daerah itu kasus kekerasan pada anak dan perempuan sesuai data Simfoni cukup tinggi.
Dimana, untuk total di Sulut ada sebanyak 200an kasus, dari Kotamobagu ada 72 kasus.
Tingginya kasus tersebut, jangan membuat pelayanan publik di UPTD-PPA Kotamobagu mengurangi semangat dalam melayani.
“Tugas kami di provinsi lebih ke preventifnya, sosialisasinya ada di kami. Tetapi untuk pelayanan publik ada di UPTD-PPA," aku dia.
"Saya titip untuk dapat memberikan pelayanan semaksimal mungkin. Jika ada kendala kami dari provinsi siap membantu,” terangnya.
Istri Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw ini menambahkan semenjak dirinya menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AD) Sulut, harus membutuhkan ekstra kerja keras dalam menangani kasus kekerasan pada anak dan perempuan.
“Saya membutuhkan energi untuk menahan emosi, apalagi saya perempuan lebih sensitif terhadap hal-hal kekeraan terhadap perempuan," aku dia.
"Saya seorang ibu jadi lebih sensitif ke kekerasan anak. Kerja keras juga memanage emosi saya. Setiap kasus harus tuntas. Jadi jangan sampai kasus itu menggantung,” tegasnya.
"Ini dibutuhkan kerja sama dengan pihak kepolisian dan kejaksaan. Bangun hubungan yang baik,” tukasnya.
Dikesempatan yang sama, Kepala DP3A Kotamobagu Virgina Olii mengatakan kehadiran Kadis Kartika menjadi kado istimewa.
Sebab, belum lama UPTD-PPD Kotamobagu berulang tahun, tepatnya berdiri pada 9 September 2020.
“Kami baru setahun berdiri. Masih tipe B. Sekarang dalam pengusulan untuk ke tipe A. Kami harap dapat bantuan dari ibu kadis sehingga itu bisa terealisasi,” tuturnya.
Ia melaporkan setiap kasus yang masuk langsung ditindaklanjuti.
“Tahun 202 untuk kasus yang masuk ke kami ada 66 kasus. Sampai saat ini ada 72 kasus. Setiap ada laporan (kasus), advokat siap mendampingi walaupun itu malam hari,” imbuhnya. (Nie)
Tentang Kotamobagu