Torang Kanal
Cerita Perempuan Asal Talaud Anggraini Bowonseet ketika Naik Kapal
Sulut memiliki wilayah perairan yang luas dan memiliki beberapa wilayah kepulauan seperti Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Siau, Tagulandang, Biaro.
Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kapal laut merupakan salah satu alat trasportasi utama di Sulawesi Utara (Sulut).
Hal tersebut karena Sulut memiliki wilayah perairan yang luas dan memiliki beberapa wilayah kepulauan seperti Kepulauan Talaud, Sangihe, dan Siau, Tagulandang, Biaro (Sitaro).
Anggraini Bowonseet merupakan salah satu warga Sulut yang sering berpergian menggunakan kapal.
Perempuan asal Talaud ini sudah menetap di Manado selama delapan tahun untuk menempuh pendidikan.
Setiap tiga atau enam bulan sekali Anggraini pulang ke runahnya di Talaud menggunakan kapal dari Pelabuhan Manado.
Meski sudah terbiasa naik kapal, Anggraini mengatakan dirinya tetap merasakan mabuk laut.
Perempuan kelahiran Bitung 22 tahun silam ini mengungkapkan dirinya juga pernah naik kapal ke Talaud saat cuaca ekstrem.
"Seumur hidup pulang pergi naik kapal dalam keadaan cuaca ekstrem syukurnya tetap selamat sampai tujuan," kata Anggraini ketika dihubungi tribunmanado.co.id.
Selama menggunakan kapal, Anggraini mengaku dirinya tak pernah kecewa karena pelayanan nakhoda dan awak kapal yang baik.
"Kapal ke Talaud juga sudah beberapa kali diganti dengan kapal baru yang tentunya lebih baik dari sebelumnya," tambah Anggraini.
Tahun lalu, Anggraini mengalami kejadian yang tak bisa ia lupakan.
Calon kapal yang akan ia tumpangi menuju Talaud sempat tidak diperbolehkan berangkat karena cuaca esktrem.
Para calon penumpang pun protes kpeada pihak kapal hingga akhirnya kapten kapal bernegosiasi dengan pihak Dinas Perhubungan.
"Setelah berjam-jam menunggu, akhirnya kami diizinkan berangkat. Hal itu tentu membuat penumpang senang," ujar mahasiswa Ilmu Komunikasi FISIP UNSRAT ini.
Melalui preistiwa tersebut, Anggraini mendapat pengalaman dan bertemu dengan orang-orang baru.