Penemuan Mayat
Pasangan Suami Istri dan Balita Ditemukan Tewas Tertimbun Pakaian Setelah 2 Hari Menghilang
Para korban adalah Akhmad Saubari (42), sang istri, Sela Pujita (33), dan anak mereka SK
"Setelah dilakukan visum di rumah sakit, hasilnya tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan," terang Kapolsek.
Terlebih, menurutnya, pihak keluarga juga sudah ikhlas dengan kepergian Ahmad Saubari, istri dan juga anaknya.
"Karenanya, keluarga tidak bersedia untuk dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan," ujarnya.
Karena hal itu pula, tidak dilakukan penyelidikan lebih lanjut.
Sementara itu, pemilik rumah disebut Kapolsek tetap dimintai keterangan.
"Dugaan penyebab meninggal dunia karena tertimpa tumpukan pakaian lalu kehabisan napas karena tidak bisa keluar dari sana," sambungnya.
Disinggung perihal apakah pihaknya turut memeriksa sekitar lokasi termasuk mengecek rekaman CCTV di toko, AKP Pujie Pirmansyah mengatakan mereka tidak melakukannya lantaran tidak ada CCTV di tempat tersebut.
Keluarga Menolak 3 Jenazah Tertimbun Pakaian Diotopsi, Penyebab Kematian Tak Terungkap
Polisi kesulitan mengungkap penyebab kematian satu keluarga yang terdiri dari suami dan istri serta anaknya yang berusia 6 tahun yang ditemukan tak bernyawa di dalam rumah yang juga dijadikan gudang pakaian.
Keluarga menolak otopsi dan memilih memakamkan AS (42) dan istrinya, SK (33) dan anaknya, SF (3).
Satu keluarga tersebut ditemukan tewas tertimbun tumpukan baju di sebuah gudang di Jalan Ratu Zaleha, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Jumat (10/9/2021) pukul 22.00 WIB.
Menurut Kapolsek Banjarmasin Timur AKP Pujie Firmansyah dari hasil visum tak ditemukan ada tanda kekerasan di tubuh korban.
"Biasanya, kalau ada jejak kaki, pasti ada sisa-sisa debunya. Walaupun tipis. Tapi ini tidak kita temukan," ujar dia, Sabtu (11/9/2021).
Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), polisi juga memastikan seluruh pintu gudang dalam keadaan baik.
"Tak ada satu pun yang mengalami kerusakan," jelasnya.