Kasus Pembunuhan
Seorang Nenek Tewas Ditangan Cucunya Sendiri, Pelakunya Ternyata Alami Gangguan Jiwa
Seorang nenek tewas mengenaskan dibunuh cucunya sendiri, diketahui pelaku yang membunuh korban itu mengalami gangguan jiwa.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang nenek tewas mengenaskan dibunuh cucunya sendiri.
Diketahui pelaku yang membunuh korban itu mengalami gangguan jiwa.
Ibu kandung pelaku sampai berteriak hiteris.
Baca juga: Naik Pangkat Satu Tingkat, Ini Daftar 25 Perwira Tinggi TNI yang Mendapat Kenaikan Pangkat
Baca juga: Timnas Italia Cetak Rekor 36 Laga Tanpa Kalah tapi Terancam Tidak Lolos Langsung ke Piala Dunia 2022
Baca juga: Ingat Danang DA? Dulu Pacarnya Sering Ditikung Orang, Kini Lamar Dokter Cantik
Seorang lansia di Desa Kesugihan, Kecamatan Pulung, Ponorogo Jawa Timur meninggal dunia di tangan cucunya sendiri.
Korban tewas usai kepala dicangkul oleh cucunya, Senin (6/9/2021).
Dari dugaan sementara, pelaku Risky Putra (22) mengalami gangguan jiwa.
Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Jeifson Sitorus menjelaskan saat itu gangguan jiwa pelaku memang sedang kambuh.
"Ibu korban sempat memanggil tetangganya untuk ke rumah, beberapa waktu kemudian dia datang," kata Jeifson.
Mengetahui kedatangan tetangganya, pelaku malah langsung mengusirnya.
"Pada saat meninggalkan lokasi, ibu kandung pelaku berteriak dan memanggil tetangganya lagi untuk kembali ke rumah dan melihat kondisi korban," lanjutnya.
Pada saat itu, pelaku sudah berada disamping neneknya dengan kondisi kepala korban sudah pecah.
Sementara pelaku memegang cangkul yang mata cangkulnya juga terdapat noda darah.
"Pada saat itu juga pelaku pergi keluar dan membuang cangkul tersebut di halaman samping rumah," ucap Jeifson.
Pelaku lalu pergi meninggalkan rumah, dan 10 menit kemudian pelaku berhasil diamankan, dan dibawa ke Polsek Pulung.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com dengan judul Tragis, Seorang Nenek di Ponorogo Tewas Dicangkul Kepalanya oleh Cucunya Sendiri, https://jatim.tribunnews.com/2021/09/06/tragis-seorang-nenek-di-ponorogo-tewas-dicangkul-kepalanya-oleh-cucunya-sendiri