Breaking News
Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MTPJ 5 11 September 2021

BACAAN ALKITAB: Yudas 1:17-25 “Jangan Menjadi Pemecah-belah Persekutuan”

Gereja adalah persekutuan orang percaya, qahal YHWH (baca: Adonai) yang dikuduskan dan yang dipanggil keluar dari dalam gelap ke dalam terang-Nya

Tayang:
Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi renungan 

Kata ini juga bisa diartikan ‘membantah/bertengkar’, seperti dalam Yudas 1:9. Kata belas kasihan menunjuk pada tindakan penyelamatan, (ayat 22). ‘Selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api’! Mereka harus berusaha dengan segala macam cara, asal tidak bertentangan dengan Firman Tuhan, untuk menyelamatkan mereka yang tersesat. (ayat 23a).

‘Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa’ (ayat 23b). Dalam Wahyu 3:4, ‘pakaian’ menunjuk pada kehidupan orang itu. Jadi di sini terlihat prinsip ‘mengasihi orang berdosa, tetapi membenci dosanya’. Sebagai penutup, menyatakan bahwa Allah yang berkuasa menjaga orang yang percaya supaya tidak tersandung oleh pengajaran sesat.

Kata ‘tersandung’ jelas bukan menunjukkan pada ‘jatuh ke dalam dosa’, tetapi tersandung’ ini menunjuk pada ‘total apostasy’ (kemurtadan total). Hal ini menegaskan bahwa orang Kristen sejati tidak mungkin murtad. Allah akan memampukan orang percaya berdiri di hadapan kemuliaan-Nya tanpa bernoda/cela (Yun.amomos) dan membawa-nya ke dalam kegembiraan-Nya tanpa ketakutan, (ayat 24). Kemudian mengajarkan keesaan Allah dan kesetaraan Yesus Kristus dengan Allah Bapa.

Dengan demikian ajaran ini menyerang pandangan bahwa keilahian Kristus merupakan penciptaan gereja pasca rasuli. Allah disebut sebagai Juruselamat sebanyak tujuh kali dalam Perjanjian Baru. Di sini kuasa-Nya untuk menyelamatkan di dalam diri Anak-Nya, yang oleh gereja diakui sebagai Tuhan, yaitu Allah. Sebutan terakhir tentang kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa merupakan kesaksian Yudas tentang watak agung Allah yang mengerjakan keselamatan melalui Kristus, (ayat 25).

Makna dan Implikasi Firman
 Gereja atau orang percaya diingatkan supaya tetap menjaga iman, kekudusan dan kemurnian ajaran yang telah diterima. Adapun iman tersebut adalah kepercayaan akan Yesus sebagai Juruselamat manusia. Saat ini banyak tantangan yang berat seperti halnya terorisme, radikalisme, ajaran sesat, dan godaan yang lainya, harus memiliki kecerdasan spiritual dengan membangun kehidupan atas dasar iman, berdoa dalam Roh Kudus, menjaga relasi kehidupan di dalam kasih Allah dan terus berharap. Jika kita tidak teguh maka kita akan mudah diombang-ambingkan, menyerah dan meninggalkan iman yang menyelamatkan tersebut.

 Dalam menjaga keutuhan persekutuan, pentingnya kepedulian sosial yang dinyatakan dengan menunjukkan belas kasihan kepada mereka yang raga-ragu di dalam imannya, dan mereka yang tersesat dan telah bertekun di dalam dosa. Gereja harus menjangkau mereka dengan melakukan tindakan penyelamatan dari ancaman kebinasaan dan tetap berhati-hati di dalam melakukan usaha tersebut supaya kita pun tidak tergoda dan terseret.

 Gereja harus proaktif dalam mengatasi setiap perbedaan. Gereja harus bersatu, sehati sepikir, seperasaan dan jangan saling menyalahkan sehingga menyebabkan perselisihan yang berakibat pada perpecahan. Iblis selalu berusaha memecahkan gereja melalui mereka yang sering tidak mendapat perhatian, yang dibiarkan dan yang sering dikucilkan. Gereja mungkin tidak dapat menghalangi hadirnya sang penyesat dan para pemecah-belah persekutuan tetapi gereja dapat menjadikan kondisi ini sebagai batu loncatan untuk menumbuhkan iman di dalam Dia dan memperteguh persekutuan.

 Gereja hadir di dunia untuk berperan aktif, kreatif, kritis dan positif untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara dan bersama negara mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur. Sehingga kehadiran gereja tidak lepas dari pergerakan suatu bangsa dan negara dengan berbagai dinamika dalam perkembangannya. Ketika gereja tersebar di berbagai penjuru bumi (Matius 28:19-20), dalam kenyataannya berjumpa dengan banyak bangsa dan ia berada di dalamnya.

Gereja yang menjadi bagian dari bangsa itu memiliki tanggungjawab dalam hal membangun kehidupan bangsa dan negara dimana ia berada dengan tetap memegang teguh identitasnya sebagai umat pilihan, imamat rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved