Breaking News:

Sosok Viral

Masih Ingat Reynhard Sinaga? Predator 48 Pria yang Hebohkan Inggris, Begini Kabarnya Sekarang

Pada 6 Januari lalu, Reynhard, yang disebut polisi sebagai "pemerkosa paling parah dalam sejarah hukum Inggris, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup

tribunnews
Masih Ingat Reynhard Sinaga? Predator 48 Pria yang Hebohkan Inggris, Begini Kabarnya Sekarang 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Reynhard Sinaga?

Otoritas berwenang di Inggris memperberat hukuman untuk 61 penjahat yang masuk kasus kategori pidana berat. Sebanyak 61 pelaku dirujuk ke Pengadilan Tinggi.

Mereka terkait dengan kejahatan dalam kategori pelanggaran seks anak, perampokan kekerasan, menyebabkan kematian dengan mengemudi yang berbahaya, menyebabkan kerusakan tubuh yang menyedihkan, menyebarkan gambar anak-anak yang tidak senonoh, kepemilikan dan memasok obat-obatan Kelas A, pembunuhan, memperkosa, perampokan, menguntit, dan melukai dengan niat.

Kabar Artis Pevita Pearce, Mendadak Unggah Foto Lawas dan Kenang Sosok Mendiang Ayah

Masih Ingat <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/reynhard-sinaga' title='Reynhard Sinaga'>Reynhard Sinaga</a>? <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/predator' title='Predator'>Predator</a> Seksual yang Kini Ditahan di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/inggris' title='Inggris'>Inggris</a>, Begini Kabarnya Sekarang

Salah satunya adalah Reynhard Sinaga, pria asal Indonesia yang memperkosa ratusan pria.

Warga negara Indonesia yang tinggal di Inggris tersebut divonis seumur hidup karena melakukan tindak kejahatan yang dianggap sangat luar biasa. 

Pada 6 Januari lalu, Reynhard, yang disebut polisi sebagai "pemerkosa paling parah dalam sejarah hukum Inggris," dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dengan waktu minimum mendekam di penjara selama 30 tahun sebelum dapat mengajukan permohonan bebas.

Dalam vonis di pengadilan Manchester atas 159 kejahatan seksual terhadap 48 pria, Hakim Suzanne Goddard menggambarkan Reynhard sebagai "predator seksual setan" yang "tidak akan pernah aman untuk dibebaskan."

Namun pada pertengahan Oktober lalu, Kejaksaan Agung Inggris mengajukan permohonan hukuman seumur hidup total atau tidak dapat mengajukan permohonan bebas lagi ke Mahkamah Banding.

Jaksa dari Kejaksaan Agung Michael Ellis saat itu mengatakan kasus perkosaan itu menyangkut "kejahatan seksual yang begitu berat".

Halaman
123
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved