Berita Sulut
DPRD Sulut Disambut Setumpuk Agenda Usai Reses, APBD 2022 Menanti Dibahas
DPRD Sulawesi utara akan disambut setumpuk agenda usai menjalani reses.
Penulis: Ryo_Noor | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - DPRD Sulut akan disambut setumpuk agenda usai menjalani reses.
Sepekan terakhir ini, para wakil rakyat Gedung Cengkih turun ke daerah pemilihan masing-masing.
Para legislator menyerap aspirasi masyarakat untuk diperjuangkan.
"Setelah reses, sejumlah agenda siap dilaksanakan. Ada pembahasan APBD P, KUA PPAS APBD 2022, ada juga pembahasan beberapa Rancangan Perda," kata Ketua DPRD Sulut, dr Fransiskus Andi Silangen kepada tribunmanado.co.id, Selasa (31/8/2021)
DPRD baru saja menuntaskan Kebijakan Umum Anggaran - Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD Perubahan 2021.
Usai reses akan dihelat sidang Paripurna pemetapan KUA PPAS
Masih ada lagi rapat lanjutan untuk membahas rinci APBD Perubahan 2021.
Kemudian penetapan APBD P 2021.
Lanjut lagi, Pemerintah akan mengajukan APBD Induk 2021 yang prosesnya sudah baku. Ada pengajuan KUA PPAS APBD 2022.
Di samping penyelesaian Perda rutin ini. Instansi wakil rakyat ini sedang membahas 3 Rancangan Perda yang hampir final.
Adapun Perda dimaksud yakni Perda Pengendalian Sampah Plastik, Perda Penyandang Disabilitas, dan Perda Irigasi.
Perda itu pun digodok ramai-ramai para wakil rakyat.
Perda Irigasi dipimpin Amir Liputo
Perda Pengendalian Sampah Plastik ditangani Fabian Kaloh sebagai Ketua Pansus.
Sebelum tutup usia, Winsulangi Salindeho merupakan Ketua Pansus Perda Perlindungan Pemberdayaan Penyandang Disabilitas.
Dua di antara Rancangan Perda tersebut merupakan inisiatif DPRD.
Silangen optimistis perda itu bisa rampung tahun 2021. Tugas kerja sudah dibagi ke para wakil rakyat lewat pembentukan Pansus.(ryo)
Baca juga: Pengamat Politik Sulut: Ingin Kalahkan PDI Perjuangan? Parpol Harus Kerja Keras
Baca juga: Info Terkini Kasus Covid 19 Selasa 31 Agustus 2021 di Indonesia, Lengkap Jumlah Pasien Sembuh
Baca juga: Positif Covid-19 di Indonesia Bertambah 10.534 Kasus, Sembuh 16.781 Orang, Kematian Capai 532 Orang