Breaking News
Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MTPJ 29 Agustus 4 September 2021

Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 2:1-18 “Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah”

Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang pemimpin tidak selamanya berada pada jabatan pelayanannya.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

Peristiwa ilahi ini disaksikan oleh rombongan nabi yang menyertai Elisa.
Para nabi merasa kuatir sehingga berusaha mencari Elia tapi tidak menemukannya. Inilah bukti bahwa Elia tidak ada lagi di bumi; bagi Elisa tindakan itu sia-sia karena ia tahu kemana Elia berada; peristiwa itu adalah pekerjaan Tuhan (ayat 16-18).

Makna dan Implikasi Firman
Regenerasi/pergantian pelayanan dari generasi ke generasi baru merupakan tindakan yang sesuai dengan kehendak Allah. Dengan pergantian pelayanan ini, firman Allah hadir dari generasi ke generasi. Konsistensi bergereja pun tetap terjaga sehingga dapat menata pelayanan dalam membangun peradaban di era dispursi ini.

Sebab itu regenerasi pelayanan harus memperhatikan kehendak Allah. Apa yang dikehendaki-Nya bagi yang memberikan dan menerima penerusan pelayan Ilali itu. Juga harus dipersiapkan dengan baik seperti yang dilakukan oleh Elia, ia memperlengkapi Elisa dengan cara menguji ketaatan dan kesetiaan Elisa padanya (sebagai nabi Allah) apakah: tetap loyal serta konsisten dalam pelayanan.

Karena itu generasi penerus wajib memperoleh roh kenabian (yang berasal dari Allah) dari pendahulunya dengan jalan meminta. Roh inilah yang nantinya memperlengkapi untuk memperkokoh kehidupan gereja dan bangsa. Tuhan pasti mendengar permohonan kita (bdk. Yohanes. 15:7).

Regenerasi pelayanan bukan sekedar pergantian kepemimpinan biasa atau sebatas ungkapan: “setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya” tapi melebihinya, karena dalam pergantian pelayanan, generasi penerus wajib memperoleh warisan roh kenabian dari yang mewariskan pelayanan.

Bagi Elia itu suatu keharusan yang perlu diingatkan pada penerusnya. Bila demikian, maka pergantian pelayanan itu tidak perlu dikuatirkan sebagaimana yang diperlihatkan oleh Elisa yang tidak pernah kuatir terhadap keberadaanya dan juga Elia. Kalau Tuhan sudah mengutus kita, Ia pasti akan menyertai (lih. Matius 28:19-20).

Dalam kehidupan berjemaat sering terjadi kekuatiran terhadap pergantian pelayanan baik penatua, syamas/diaken, apa lagi pendeta. Berbagai alasan dikemukankan agar pergantian itu tertunda bahkan tidak dapat dilaksanakan. Memang wajar sebagai manusia ada kekuatiran (seperti dialami para nabi) tapi sebagaimana Elisa yang memahami bahwa hal ini adalah kehendak Allah maka kita harus siap menerimanya dengan tidak perlu merasa kuatir.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 2/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved