Selasa, 7 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

MTPJ 29 Agustus 4 September 2021

Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 2:1-18 “Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah”

Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang pemimpin tidak selamanya berada pada jabatan pelayanannya.

Editor: Aswin_Lumintang
internet
Ilustrasi Renungan 

MTPJ 29 Agustus – 4 September 2021
TEMA BULANAN : “Diperlengkapi untuk Memperkokoh Gereja dan Bangsa”
TEMA MINGGUAN : “Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah”
Bacaan Alkitab: 2 Raja-Raja 2:1-18

ALASAN PEMILIHAN TEMA
TRIBUNMANADO.CO.ID - Dalam kehidupan bermasyarakat, seorang pemimpin tidak selamanya berada pada jabatan pelayanannya. Ada waktu baginya untuk menyerahkan tugas jabatannya kepada penerus yang dipercayakan Tuhan untuk menggantikannya. Pergantian kepemimpinan dari seseorang kepada orang yang lain, disebut sebagai regenerasi.

Regenerasi tersebut sering terjadi disemua bidang kehidupan dengan berbagai penyebab. Dalam organisasi gerejapun seperti GMIM misalnya, regenerasi itu terjadi di berbagai aras pelayanan gereja dan sudah menjadi hal biasa yang sering terjadi sesuai dengan aturan yang berlaku.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Pergantian kepemimpinan suka ataupun tidak, pasti akan terjadi. Hal ini dikarenakan tidak ada seorangpun akan hidup selamanya.

Setiap orang ada waktunya dan setiap waktu ada orangnya. Oleh sebab itu perlu ditata dengan baik, agar tidak terjadi gesekan-gesekan yang menghancurkan persekutuan bergereja tapi sebaliknya makin memperkokoh kehidupan bergereja.

Bagi warga GMIM hal regenerasi pelayanan telah di atur dalam tata gereja GMIM dari waktu ke waktu agar pelayanan gereja dapat berjalan dengan baik. Sekalipun demikian regenerasi pelayanan gereja perlu terus diuji pelaksanasannya berdasarkan Firman Tuhan: apakah tetap sesuai dengan kehendak Tuhan. Ini tugas kita bersama dengan alasan ini maka tema diminggu ini: “Regenerasi Pelayanan Sesuai Kehendak Allah” (bdk.2:9)

PEMBAHASAN TEMATIS
 Pembahasan Teks Alkitab (Exegese)
Kitab 2 Raja-Raja, melanjutkan kisah raja-raja yang memerintah kerajaan Israel Utara dan Selatan, baik yang setia kepada Allah maupun tidak. Kitab ini juga secara khusus Pasal 2:1-18 mengisahkan regenerasi kenabian dari Elia kepada Elisa. Elia yang berarti “Tuhan Allahku”, berasal dari Tisbe, suatu tempat yang terletak di Gilead, di sebelah Timur sungai Yordan. Sebagai nabi ia berkarya pada abad ke-9 SM.

Dalam Pasal 2:1-6, diceritakan bahwa: sebelum Elia menyerahkan jabatan kenabiaanya pada Elisa, mereka berjalan ke tempat-tempat yang ditunjukkan Tuhan Allah seperti Gilgal, Betel dan Yerikho. Di kota-kota ini berdiam nabi-nabi yang ketika bertemu dengan Elisa selalu menyampaikan berita bahwa Elia akan diambil oleh Allah.

Menariknya setiap para nabi menyampaikan tentang Elia, Elisa selalu menjawab: ia sudah mengetahuinya dan menyuruh mereka diam. Begitu pula ketika Elia bermohon agar Elisa tinggal di tempat, ia selalu menjawab: “demi Tuhan yang hidup dan demi hidupmu sendiri sesungguhnya aku tidak akan meninggalkan engkau”. Hal-hal menarik ini mau memperlihatkan suatu sikap konsisten, kesetiaan dan loyalitas pada pemimpin.

Nabi Elia
Nabi Elia (Internet)

Gilgal adalah kota yang terletak beberapa kilometer di sebelah utara Betel. Betel adalah salah satu tempat ibadah yang istimewa (lih. Kejadian. 12:8, 28:11-19, 35:6-7). Yerikho merupakan kota penting di sepanjang jalur perdagangan dari timur menuju Palestina. Di kota-kota inilah Tuhan menyuruh Elia melakukan kunjungan sebelum menyerahkan tugas kenabiannya pada Elisa dan terangkat dari hadapan Elisa.

Diceritakan dalam ayat 7-10 ketika mereka berada di seberang sungai Yordan sebelum Elia terangkat, Elia bermohon agar Elisa meminta sesuatu dari padanya. Permohonan itu diresponi dengan baik dan Elisa meminta agar diberi “dua bagian dari rohmu” (roh kenabian Elia).

Sesuai hukum Israel waktu itu, anak sulung berhak mendapat dua bagian dari segala kepunyaan ayahnya (warisan ayahnya: lih. Ulangan 21:17) dan itulah yang dilakukan oleh Elisa pada Elia. Elisa meminta karena itu hak dari yang menjadi penerus/pewaris Elia. Sekalipun pengabulan permintaan itu adalah hak Allah karena roh kenabian berasal dari Allah, Elia hanya sebatas memberi petunjuk/tanda terkabulnya permintaan.

Sesudah itu Elisa menyaksikan Elia terangkat dari hadapannya, dijemput oleh kereta berapi dengan kuda berapi, suatu kendaraan tercepat waktu itu dan sering dipakai dalam peperangan sebagai alat transportasi. Ini pertanda permintaan Elisa terkabul (lih. ayat 11-12).

Nyatalah bahwa Elia telah memilih Elisa sebagai generasi penerus, untuk melanjutkan tugas kenabiannya (bdk. 1 Raja-Raja 19:19) dengan tindakan simbolis: melempar jubah- nya kepada Elisa ketika ia berjalan melewati Elisa yang sedang membajak sawah.

Tindakan ini juga menandakan bahwa Elia menghendaki Elisa untuk melanjutkan jabatan pelayanan kenabian, ia sudah mempersiapkan generasi penerus dengan baik. Penggantian pelayanan bukan hanya sekedar regenerasi biasa tetapi juga merupakan penerusan kuasa ilahi dari seseorang pada penggantinya (ayat 13-15), itu terbukti ketika jubah milik Elia dipukulkan ke atas air sungai Yordan oleh Elisa, air sungai Yordan terbelah menjadi dua.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved