Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

SMKN 2 Bitung

14 SMK di Bitung Siap Gelar Belajar Tatap Muka Terbatas

"14 SMK di Kota Bitung, 6 SMK Negeri dan 8 swasta,” tutur Merianti Taengetan Ketua MMKS SMK Kota Bitung.

tribunmanado.co.id/Christian Wayongkere
Ruangan kelas di SMKN 1 Bitung yang sudah dipasang pembatasan, sebagai bagian dari syarat protokol Kesehatan menghadapi proses pembelajaran tatap muka terbatas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado Belasan SMK di Kota Bitung Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah siap melaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas tahun ajaran 2021.

Hal ini sebagaimana disampaikan Merianti Taengetan, Ketua musyawarah kepala-kepala sekolah (MKKS) SMK Kota Bitung yang juga kepala SMKN 2 Bitung, Senin (30/8/2021).

“Semua SMK di Bitung sudah siap untuk pembelajaran tatap muka terbatas."

"14 SMK di Kota Bitung, 6 SMK Negeri dan 8 swasta,” tutur Merianti Taengetan Ketua MMKS SMK Kota Bitung saat diwawancara tribunmanado.co.id, di sekolahnya Senin (30/8/2021).

Merianti alias Mem Ella sapaannya, pelaksanaan proses pembelajaran tatap muka terbatas untuk SMK sederajat di Bitung diawali dengan siapkan dokumen.

Kerjsama dengan puskesmas setempat, gugus tugas sekolah dan kota Bitung.

Lalu ada ruang UKS tempat singgah siswa, ketika mengalami sakit akan langsung di tangani oleh petugas medis setempat atau dari puskesmas.

Selain itu, pihaknya juga akan memberlakukan pemerisaan swab antigen kepada peserta didik, guru, tenaga pengajar hingga pihak tata usaha di Sekolah pada hari Rabu (1/9/2021).

“Untuk tes swab antigen di SMKN 2 Bitung akan dilakukan bersama-sama dengan, SMK Tamporak, SMK Nusantara, SMK Polaris, SMK Dewi Laut dan SMK lainnya,” tandasnya.

Sementara untuk SMA yang sudah menginformasikan siap menggelar pembelajaran tatap muka terbatas, ada SMAN 1 Bitung, SMAN 2 Bitung, SMAN 3 Bitung dan beberapa sekolah lainnya.

Terpisah Julius Ondang Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Bitung menambahkan, untuk teknis dan mekanisme pembelajaran tatap muka terbatas, untuk jalur SD siswa yang berada didalam kelas hanya 50 persen dari kapasitas ruangan.

Kemudian berlangsung pembelajaran 25 menit dan untuk SMA lebih dari 25 menit.

Adapun teknis pelaksanaan, pembelajaran tatap muka terbatas untuk SMA menggunakan pola dua dan tiga.

Misalkan kelas A di semua tingkatan, masuk kelas pada hari Rabu, Kamis dan Jumat, atau untuk kelas B Kamis Jumat dan Atur pengaturannya,” tutur Julius Ondang.

“50 persen di dalam kelas, SD berlangsung 25 menit, dalam sehari ada dua sift. Untuk SMP pola tiga dan dua."

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved