Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Covid 19

Ini Efek Samping yang Bisa Terjadi Usai Disuntik Vaksin Moderna, Begini Cara Mengatasinya

Selain tenaga kesehatan, vaksin Moderna juga akan diberikan kepada warga yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Editor: Alpen Martinus
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Vaksinator menyiapkan vaksin dosis ketiga atau booster vaksin Moderna untuk tenaga kesehatan di RSUD Matraman, Jakarta Timur, Jumat (6/8/2021). Pemerintah menargetkan pemberian dosis ketiga kepada tenaga kesehatan rampung pada pekan kedua Agustus 2021. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNMANADO.CO.ID- Sudah banyak jenis vaksin yang digunakan di Indonesia, termasuk moderna.

Vaksin tersebut belum lama ini digunakan untuk vaksinasi tenaga kesehatan tahap 3.

Beberapa mereka yang disuntik menggunakan vaksin Moderna terkena efek samping.

Baca juga: 880 Nakes di Tomohon Sudah Disuntik Vaksin Moderna

Catat 3 Syarat Penerima <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/vaksin-moderna' title='Vaksin Moderna'>Vaksin Moderna</a>: Efek Samping dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi vaksin Moderna.(Kompas.com)

Vaksinasi Covid-19 kian gencar diberikan kepada semua kalangan masyarakat, baik dewasa maupun remaja.

Pemerintah Indonesia telah menerima hibah vaksin Covid-19 Moderna dari Covax Facility sebanyak 8 juta dosis.

Tahap awal, vaksin Moderna akan diberikan kepada tenaga kesehatan dan mulai bulan ini kepada masyarakat umum.

Vaksin Moderna melengkapi ketersediaan vaksin lainnya di tanah air, seperti Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, dan Pfizer-Biontech.

Baca juga: Nakes di Minahasa Mulai Divaksin Moderna

Melansir laman Kementerian Kesehatan, selain tenaga kesehatan, vaksin Moderna juga akan diberikan kepada warga yang belum pernah mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Untuk mendapatkan suntikan vaksin Covid-19 asal perusahaan farmasi Amerika Serikat itu, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi masyarakat.

Berikut adalah tiga syarat khusus bagi penerima vaksin Moderna seperti yang dilansir Kontan dari indonesia.go.id:

1. Vaksin Covid-19 Moderna diberikan untuk masyarakat yang tidak dapat menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.

Baca juga: Nakes di Minahasa Tenggara Mulai Divaksin Moderna

Hal itu berdasarkan surat keterangan dokter di faskes tingkat pertama maupun lanjutan.

2. Vaksin Moderna hanya diberikan kepada masyarakat umum yang belum pernah menerima suntikan dosis vaksin Covid-19 pertama maupun kedua.

3. Vaksin Moderna saat ini diprioritaskan untuk kelompok masyarakat yang memiliki kondisi immunocompromised.

Kondisi immunocompromised termasuk orang dengan gangguan autoimun, penderita kanker, gagal ginjal, dan lain-lain. Di luar kondisi tersebut, masyarakat disarankan menggunakan pilihan vaksin lain.

Mengutip indonesia.go.id, terkait soal tata laksana penanganan vaksin Moderna, Kementerian Kesehatan meminta agar para fasilitas layanan kesehatan menyimpan vaksin Moderna dalam freezer pada suhu minus 25°C sampai

dengan minus 15°C di dinas kesehatan, sedangkan pada fasilitas pelayanan kesehatan dapat disimpan pada vaccine refrigerator suhu 2-8°C.

Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan sebanyak 200.060 dosis vaksin Moderna untuk Jakarta, dari total alokasi secara nasional sebanyak 5.102.300 dosis vaksin Moderna.

Vaksin dengan platform mRNA ini diberikan sebanyak dua dosis dengan masa interval atau jarak waktu antara suntikan dosis vaksin pertama dengan suntikan kedua 28 hari.

Mengenal vaksin Moderna

Pada tanggal 18 Desember 2020, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS mengeluarkan otorisasi penggunaan darurat (EUA) untuk vaksin kedua untuk pencegahan penyakit coronavirus 2019 (Covid-19) yang disebabkan oleh sindrom pernapasan akut coronavirus 2.

Berdasarkan informasi di situs FDA, pada 25 Juni 2021, FDA merevisi lembar fakta pasien dan penyedia mengenai peningkatan risiko miokarditis (radang otot jantung) dan perikarditis (radang jaringan di sekitar jantung) yang disarankan setelah vaksinasi.

Kemudian, pada 12 Agustus 2021, FDA mengubah EUA Vaksin Covid-19 Moderna untuk memungkinkan dosis tambahan diberikan kepada individu tertentu yang mengalami gangguan sistem kekebalan.

Otorisasi penggunaan darurat memungkinkan Vaksin Moderna Covid-19 didistribusikan di AS untuk digunakan pada individu berusia 18 tahun ke atas.

Efek samping umum

Berdasarkan keterangan di situs FDA, efek samping yang paling sering dilaporkan terkait vaksin Moderna adalah: nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, pembengkakan kelenjar getah bening di lengan yang sama dengan injeksi, mual dan muntah, dan demam.

"Sebagai catatan, lebih banyak orang mengalami efek samping ini setelah dosis kedua daripada setelah dosis pertama, jadi penting bagi penyedia dan penerima vaksinasi untuk mengharapkan bahwa mungkin ada beberapa efek samping setelah kedua dosis, tetapi terlebih lagi setelah dosis kedua," demikian penjelasan FDA.

Sedangkan efek samping vaksin Moderna berdasarkan informasi CDC, antara lain:

- Pada lengan yang disuntiK:

Nyeri

Kemerahan

Pembengkakan

- Di seluruh tubuh Anda:

kelelahan

Sakit kepala

Nyeri otot

Panas dingin

Demam

Mual

Cara mengatasinya

Melansir Kompas.com, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca-Imunisasi (KIPI) Hindra Irawan Satari mengatakan, KIPI yang paling banyak dirasakan oleh penerima vaksin Moderna adalah nyeri di tempat suntikan.

Menurutnya, sejauh ini belum ada KIPI berat atau serius pada vaksin Moderna.

"Tidak ada (KIPI serius)," kata Hindra, Sabtu (21/8/2021).

Meski demikian, ia menjelaskan potensi KIPI yang bisa dirasakan oleh penerima vaksin Moderna.

Beberapa gejala ringan yang mungkin terjadi adalah nyeri, kemerahan atau bengkak di tempat suntikan.

Sementara, potensi gejala umum atau moderat yang muncul adalah lemas, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, demam, dan mual.

Untuk KIPI serius, Hindra menyebut reaksi yang mungkin akan terjadi adalah miokarditis dan perikarditis (radang otot jantung).

"Namun sampai saat ini belum ada laporan KIPI serius moderna yang diterima Komnas, semua bersifat non-serius, yang ringan sampai moderat. Mudah-mudahan demikian selanjutnya," kata dia.

Jika mengalami gejala tersebut, Hindra menyebut masyarakat bisa mengonsumsi paracetamol.

Sementara itu, mengutip informasi di situs unicef.org, apabila tubuh mengalami reaksi setelah vaksinasi, lakukan hal ini:

- Tetap tenang

- Jika terjadi reaksi seperti nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan, kompres dengan air dingin pada lokasi tersebut

- Jika terjadi demam, kompres dengan air hangat/mandi dengan air hangat, perbanyak minum air putih dan istirahat.

- Jika dibutuhkan, minum obat sesuai anjuran petugas kesehatan.

- Segera hubungi petugas kesehatan jika gejala berlangsung lebih dari tiga hari atau jika terjadi reaksi yang lebih berat. (*)

Like and Subscribe :

Artikel ini telah tayang di TribunBatam.id dengan judul Catat 3 Syarat Penerima Vaksin Moderna: Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Berita lain terkait Vaksin Moderna

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved