Berita Internasional
Sosok Hashmat Ghani Adik Presiden Afghanistan, Tak Lari Demi Lindungi Sukunya, Senang Kakak Pergi
Memilih bertahan di Afganistan dan menerima keberadaan Taliban, adik Presdien Afganistan Hashmat Ghani ternyata punya kepentingan.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Presiden Afganistan Ashraf Ghani langsung melarikan diri ke luar negeri saat Taliban menguasai Kabul, Ibu Kota Afganistan.
Hingga akhirnya banyak warga yang mengungsi lantaran ketakutan tak ada perlindungan dari pemerintah.
Tapi berbeda dengan adik, yang justru tetap berada di Afganistan.
Baca juga: Taliban Isyaratkan Menolak Perpanjangan Batas Waktu Evakuasi Warga AS dan Sekutu dari Kabul
Pejuang Taliban dalam kendaraan berpatroli di jalan-jalan Kabul pada 23 Agustus 2021 seperti di ibu kota, Taliban telah menegakkan rasa tenang di kota yang telah lama dirusak oleh kejahatan kekerasan, dengan angkatan bersenjata mereka berpatroli di jalan-jalan dan menjaga pos pemeriksaan. (Wakil KOHSAR / AFP)
Memilih bertahan di Afganistan dan menerima keberadaan Taliban, adik Presdien Afganistan Hashmat Ghani ternyata punya kepentingan.
Ia adalah sosok yang berpengaruh di Afganistan sebelum Taliban datang.
Saat Taliban datang, Hashmat Ghani justru menerima dengan lapang dada.
Bahkan ia bertemu dengan para pemimpin Taliban.
Baca juga: Takut Kekayaannya Diambil Paksa Taliban, Adik Ashraf Ghani Minta Warga Afghanistan Terima Taliban
Khalil Rahman Haqqani pentolan Taliban yang kepalanya dihargai Rp 72 miliar (AFP)
Ternyata Hashmat punya kepentingan terkiat dengan dukungannya kepada Taliban.
Ia juga secara terang-terangan meminta warga Afganistan menerima keberadaan Taliban.
Terkait rencana Taliban membentuk pemerintahan yang baru, Hashmat berharap akan ada perubahan.
Ia mengaku telah menerima pengambilalihan kekuasaan negara oleh Taliban.
Baca juga: Ingat Malala Yousafzai? 9 Tahun Lalu Jadi Korban Ditembak Taliban, Kini Perjuangkan Nasib Afganistan

Namun, ia menyerukan pembentukan pemerintahan inklusif.
Berbicara pada AlJazeera, Sabtu (21/8/2021), Ghani menuturkan, mengakui tatanan baru di Kabul adalah kebutuhan "bagi rakyat Afghanistan".