Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Afghanistan Memanas

Taliban Isyaratkan Menolak Perpanjangan Batas Waktu Evakuasi Warga AS dan Sekutu dari Kabul

Banyaknya warga Amerika Serikat dan sekutunya termasuk warga Afghanistan yang tidak mau negaranya dipimpin Taliban

Editor: Aswin_Lumintang
US MARINE CORPS/VICTOR MANCILLA via AP
Dalam gambar ini disediakan oleh Korps Marinir AS, Marinir membantu keamanan di pos pemeriksaan kontrol evakuasi selama evakuasi di Bandara Internasional Hamid Karzai di Kabul, Afghanistan, Jumat, 20 Agustus 2021. ( ) 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA -- Banyaknya warga Amerika Serikat dan sekutunya termasuk warga Afghanistan yang tidak mau negaranya dipimpin Taliban terus berupaya keluar dari negeri konflik tersebut.

Mereka pun meminta Amerika Serikat (AS) harus memutuskan dengan cepat apakah akan memperpanjang batas waktu evakuasi orang-orang Afghanistan lebih dari tanggal 31 Agustus'

Berdasarkan laporan Reuters, Selasa (24/8/2021) masih ada ribuan warga Afghanistan dan orang asing yang putus asa berkumpul di bandara Kabul dengan harapan dapat melarikan diri dari penguasa baru Taliban Afghanistan.

Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir.
Seorang milisi berdiri bersama anggota pasukan pemerintah Afghanistan pada 19 Agustus 2021. Wakil Presiden Amrullah Saleh dan pemimpin milisi lokal Ahmad Massoud dilaporkan membentuk kembali kelompok perlawanan terhadap Taliban di Lembah Panjshir. ((AFP PHOTO/AHMAD SAHEL ARMAN))

Presiden AS Joe Biden diperkirakan akan segera memutuskan apakah akan memperpanjang tanggal batas waktu 31 untuk mengangkut orang Amerika dan sekutu mereka ke tempat yang aman.

Pada hari Minggu, Presiden mengatakan bahwa evakuasi akan "sulit dan menyakitkan" dan banyak yang masih bisa salah.

Pasukan AS mungkin tinggal di luar batas waktu 31 Agustus mereka untuk mengawasi evakuasi, katanya.

Dua pejabat AS mengatakan harapannya adalah bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan evakuasi melewati 31 Agustus.

Seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri mengatakan kepada wartawan bahwa komitmen negara AS terhadap warga Afghanistan yang berisiko "tidak berakhir pada 31 Agustus".

Seorang pejabat Taliban mengatakan pasukan asing tidak mencari perpanjangan dan itu tidak akan diberikan jika mereka melakukannya.

Baca juga: MODENA Hadirkan Chest Freezer Berbagai Kapasitas, Dukung Industri Makanan dan Minuman di Sulut

Baca juga: Mau Vaksinasi Lancar? Sebaiknya Lakukan Persiapan ini Sebelum Divaksin

Namun, para pejabat AS mengatakan negosiasi terus berlanjut.

Penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan mengatakan Amerika Serikat setiap hari melakukan pembicaraan dengan Taliban dan membuat "kemajuan besar" dalam mengevakuasi warga Amerika dan lainnya.

Baca juga: Taliban Menang di Afghanistan, JI dan JAD di Indonesia Diperkirakan Bersuka Cita

Ketika ditanya apakah Biden akan memperpanjang tenggat waktunya, Sullivan mengatakan presiden "mengambil (memikirkan keputusan) ini hari demi hari, dan akan membuat keputusannya saat kita berjalan".

Terlepas dari komentar optimis Sullivan, para pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa hampir semuanya harus berjalan sempurna untuk membebaskan setiap warga negara Amerika pada 31 Agustus.

Para pejabat mengatakan ada kekhawatiran tentang warga AS yang mencapai bandara, serangan teroris dan waktu pemrosesan yang rumit.


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Biden Diminta Secepatnya Putuskan Batas Waktu Evakuasi Warga AS dan Orang Afghanistan, https://www.tribunnews.com/internasional/2021/08/24/biden-diminta-secepatnya-putuskan-batas-waktu-evakuasi-warga-as-dan-orang-afghanistan.
Penulis: Larasati Dyah Utami
Editor: Hendra Gunawan
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved