Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Pelangi Sulawesi

Pemerintah Dorong UMKM Pasarkan Produk Melalui E-Commerce

Odo RM Manuhutu mengatakan ke depannya industri ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif pariwisata.

Penulis: Isvara Savitri | Editor: Rizali Posumah
Tribunnews
Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI) dan Bangga Wisata Indonesia (BWI) merupakan salah satu kampanye Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam rangka penyelamatan perekonomian Indonesia. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pemerintah Indonesia hingga kini masih terus berusaha membangkitkan sektor pariwisata.

Pasalnya, sektor pariwisata menjadi salah satu yang terpuruk di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Indonesia, Odo RM Manuhutu mengatakan ke depannya industri ekonomi kreatif akan menjadi lokomotif pariwisata.

Salah satu caranya adalah digalakkannya Gerakan Nasional (Gernas) Bangga Buatan Indonesia (BBI).

Ia menjelaskan, dengan adanya BBI pemerintah akan mendorong para pelaku UMKM untuk terus berinovasi.

Masyarakat juga akan didorong untuk membeli produk dalam negeri Indonesia.

"Dengan begitu, maka kita telah membantu perekonomian negara," kata Odo dalam acara Webinar Diginas Pelangi Sulawesi: Dari Sulawesi ke Mancanegara, Senin (23/8/2021).

Sejak awal pandemi Covid-19 tahun 2020, perekonomian dunia mengalami kontraksi sebesar -4,3 persen.

Bahkan sebanyak 81 pengusaha melaporkan mengalami penurunan penjualan produknya.

Meski begitu, ada beberapa sektor yang berkembang di tahun 2020, salah satunya adalah penjualan secara digital atau e-commerce.

"Secara global, kontribusi e-commerce meningkat dari 14 persen pada tahun 2019 menjadi 17 persen pada tahun 2020," tambah Odo.

Hal serupa juga terjadi di Indonesia, sehingga mendorong pemerintah untuk melaksanakan Gernas BBI yang sudah diresmikan pada 14 Mei 2020.

Di Indonesia penjualan melalui digital juga mengalami kenaikan, sedangkan penjualan secara tradisional cenderung mengalami penurunan.

"Tentunya kita akan mendorong optimalisasi digital yang nantinya akan mengerahkan UMKM dan IKM," ujar Odo.

Untuk itu melalui Gernas BBI pemerintah mendorong UMKM dan IKM Indonesia memasarkan produknya melalui e-commerce.

Sejak Mei 2020-Juli 2021 sudah ada sekitar delapan juta UMKM dan IKM yang onboarding Gernas BBI, dan mengalami peningkatan sebesar 90 persen menjadi 15,2 juta unit.

"Kita juga mendorong kementerian/lembaga (K/L, -red) dan Pemda untuk membeli produk lokal sehingga kucuran dana dari pemerintah bisa membantu perekonomian negara," terang Odo.

Odo menerangkan permasalahan ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) adalah permintaan yang menurun.

Untuk itu, pemerintah sedang berusaha meningkatkan permintaan masyarakat dengan memberi potongan harga tiket bagi yang ingin pergi ke tempat wisata.

"Para pelaku usaha juga harus mematuhi 5M agar wisatawan bisa mendapatkan kepastian penerapan protokol kesehatan yang ketat," papar Odo.

Odo mengungkapkan pemerintah juga mengalokasikan anggaran besar bagi pengembangan tempat wisata seperti infrastruktur, pelatihan, dan fasilitas yang akan selesai dibangun saat pandemi Covid-19 selesai.

"Kami juga akan selalu berada di belakang industri pariwisata dan tentunya juga bergandengan tangan bersama para stakeholder terkait untuk mencari solusi," tutup Odo.

Ganjar Pranowo Dekorasi Capres di 51 Kota, PDIP Sulut Tetap Komitmen Dukung Puan Maharani

Perempuan Sulawesi Utara Hebat!

Minta Nikita Mirzani Buktikan Tuduhan, Kiki The Potters: Jangan Bodohi Masyarakat

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved