Apa Itu
Apa Itu Endemi? Ini Bedanya dengan Pandemi, Pakar Sebut Kemungkinan Covid-19 akan Jadi Endemi
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan bahwa pandemi virus corona akan berubah statusnya menjadi endemi.
"Virus (corona) ditakdirkan akan menjadi endemi. Bahkan saat vaksin mulai diluncurkan," kata Profesor David Heymann, ketua kelompok penasihat strategis dan teknis WHO untuk bahaya infeksi.
Hal yang sama juga disampaikan pakar epidemiologi Griffith University Dicky Budiman, seperti diberitakan Kompas.com pada Maret lalu.
"Covid-19 akan cenderung selalu ada. Bisa 5 tahun atau lebih, Covid-19 akan menjadi penyakit endemik (endemi), seperti demam berdarah atau malaria," kata Dicky.
Lantas, apa perbedaan pandemi dan endemi?
Cakupan wilayah
Perbedaan pandemi dan endemi bukan ditetapkan berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, tetapi sejauh mana penyakit itu menyebar.
Melansir Health.com, Minggu (28/2/2021), endemi merupakan kehadiran konstan atau prevalensi suatu penyakit atau infeksi yang biasa terjadi dalam suatu wilayah geografis.
Sementara, pandemi adalah epidemi yang telah menyebar di beberapa negara atau benua, serta menjangkiti banyak orang.
Pandemi adalah epidemi yang telah menjangkiti banyak wilayah di dunia.
Dengan kata lain, pandemi adalah epidemi yang lebih besar dan lebih luas.
Faktor yang memengaruh
Mengutip laman Kesehatan Masyarakat Mailman School, 19 Februari 2021, ada beberapa faktor yang mempengaruhi penyebaran penyakit di suatu wilayah, meliputi:
- Kondisi cuaca. Misalnya, batuk rejan terjadi di musim semi, sedangkan campak cenderung muncul di musim dingin.
- Paparan bahan kimia atau bahan radioaktif. Misalnya, Minamata adalah penyakit yang didapat setelah terpapar merkuri.
- Dampak sosial dari bencana seperti badai, gempa bumi, dan kekeringan dapat menyebabkan penularan penyakit yang tinggi.
- Sejumlah faktor lingkungan seperti pasokan air, makanan, kualitas udara, dan fasilitas sanitasi dapat mengkatalisasi penyebaran penyakit menular.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kemudian akan mendeklarasikan suatu endemi menjadi pandemi ketika pertumbuhan penyakit eksponensial.
Ini berarti tingkat infeksi meroket dan setiap hari angka kasus meningkat dengan pesat.