Afghanistan
Lembah Panjshir Afghanistan, Benteng Terakhir Anti Taliban, Elit Pasukan Khusus Sudah Bergabung
Lembah Panjshir terkenal karena pertahanan alaminya, benteng yang terselip di pegunungan Hindu Kush tersebut.
Penulis: Aldi Ponge | Editor: Aldi Ponge
TRIBUNMANADO.CO.ID - Afganistan telah dikuasai oleh Taliban sejak Minggu (15/08/2021).
Presiden Afganistan Ashraf Ghani memilih melarikan diri ke UEA sedangkan Wakil Presiden Amrullah Saleh memilih bertahan dan mendeklarasikan diri melawan Taliban.
Amrullah Saleh menggandeng Ahmad Massoud, putra pahlawan Afghanistan.
Mereka telah keluar dari Kabul menuju Lembah Panjshir.
Lembah Panjshir terkenal karena pertahanan alaminya, benteng yang terselip di pegunungan Hindu Kush.
Lembah Panjshir tidak pernah jatuh ke tangan Taliban selama perang saudara pada 1990-an.
Benteng ini tidak mampu ditaklukkan oleh Uni Soviet satu dekade sebelumnya.
Sekarang, itu menjadi pertahanan terakhir Afghanistan yang tersisa.
Lembah Panjshir yang diapit menara batu khas pegunungan Hindu Kush punya reputasi anker sebagai benteng alam yang tidak bisa ditembus.
Kondisi geografisnya membuat seisi lembah mudah dipertahankan dengan jumlah pasukan yang kecil.
Kawasan etnis Tajik yang berjarak 100 km dari ibu kota Kabul itu dulu melindungi Mujahiddin Afganistan dari gempuran Uni Soviet pada dekade 1970an
Kini Lembah Panjshir dijadikan markas baru sisa koalisi anti-Taliban.
Selama era Republik Islam Afganistan, kawasan ini diakui sebagai yang paling aman, di mana warga asing bisa berkegiatan di luar tanpa dikawal pasukan bersenjata.
Afghanistan memang terkenal sebagai tempat yang panas dan berpasir, karena berada di Timur Tengah.
Namun, di tengah-tengah pegunungan Afganistan yang panas, ada sebuah lembah yang indah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lembah-panjshir-tempat-indah-di-afghanistan-6667.jpg)