Konflik di Afghanistan
Dianggap 'Menjual Tanah Airnya', Menhan Minta Interpol Tangkap Ashraf Ghani yang Sembunyi di UEA
Seperti yang diketahui pemerintahaan Afghanistan kini telah kuasai Taliban.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui pemerintahaan Afghanistan kini telah kuasai Taliban.
Hal tersebut diketahui setelah Presiden Ashraf Ghani melarikan diri dari Afghanistan.
Terkait hal tersebut lokasi persembunyian Presiden Afghanistan diketahui berada di Uni Emirat Arab.
Baca juga: Kabar Duka dari Keluarga Choky Sitohang, Ayah Melissa Aryani Dikabarkan Meninggal Dunia
Baca juga: Nasib Anggota TNI AD yang Halangi Ambulans Bawa Bayi Kondisi Kritis, Kini Dijerat Pasal Berlapis
Baca juga: Ariel NOAH Mengaku Niatnya Menikah Lagi Tertunda, Begini Kriteria dan Sosok Calon Istri Idamannya

Presiden Afghanistan Ashraf Ghani. (WAKIL KOHSAR / AFP)
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Uni Emirat Arab (UEA) telah mengkonfirmasi bahwa mantan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan keluarganya kini telah berada di UEA.
"Kementerian Luar Negeri UEA dan kerja sama internasional dapat mengkonfirmasi bahwa UEA telah menyambut Presiden Ashraf Ghani dan keluarganya atas dasar kemanusiaan," kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan pada Rabu waktu setempat.
UEA tidak memberikan informasi tambahan apapun terkait seperti apa suaka yang diberikan untuk keluarga Ghani, keberadaan persisnya atau siapa yang akan membayar tempat tinggalnya selama ia berada di wilayah syekh Teluk.
Sebelumnya, laporan menunjukkan bahwa Ghani melarikan diri dari Afghanistan ke Tajikistan atau Uzbekistan, sementara informasi lainnya mengindikasikan bahwa ia telah menetap di UEA.
Misi diplomatik Rusia di Kabul pun menuduhnya melarikan diri dari Afghanistan dengan kendaraan yang penuh dengan uang tunai.
Dikutip dari laman Sputnik News, Rabu (18/8/2021), mantan Menteri Pertahanan Afghanistan Bismillah Khan Mohammadi bahkan meminta Interpol untuk menahan Ghani karena dianggap 'menjual' tanah airnya sendiri.
Mohammadi yang juga dilaporkan telah melarikan diri ke UEA setelah jatuhnya kekuasaan Afghanistan ke tangan kelompok Taliban pada hari Minggu lalu, menuduh Ghani telah melakukan korupsi skala besar.
Ia bahkan menuding Ghani 'mengikat tangan tentara Afghanistan di belakang punggungnya' untuk mencegah mereka melakukan pertempuran dengan Taliban.
Seorang diplomat di Kedutaan Besar Rusia di Kabul, ibu kota Afghanistan mengatakan bahwa Ghani melarikan diri dari Kabul dengan membawa empat mobil yang penuh uang tunai.
Bahkan karena uang yang dibawanya terlalu banyak, para ajudannya terpaksa meninggalkan sebagian uang itu di landasan pacu setelah memasukkan sebagian ke dalam helikopter.