Covid 19
Vaksin Moderna Ampuh 98 Persen Lindungi Tubuh Dari Covid 19 Termasuk Delta, Ini Penjelasan Peneliti
vaksin Moderna masih memberikan perlindungan 98 persen terhadap keparahan dan 100 persen efektif mencegah kematian yang disebabkan oleh Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Covid 19 varian Delta kini menjadi ketakutan baru warga, lantaran prosesnya yang cukup cepat dan menimbulkan lebih banyak menyebabkan kematian.
Meski saat ini percepatan vaksinasi terus dilakukan agar semuanya bisa terlindungi.
Namun ada kabar gembira, ternyata vaksin Moderna dianggap lebih ampuh dalam melindungi dari serangan Covid 19 varian delta.
Baca juga: Penjelasan Lengkap Soal Vaksin Sinovac, Astrazeneca, dan Moderna, Termasuk Efeknya
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif.(JOEL SAGET / AFP)
Sebelumnya, pada Kamis lalu (5/8/2021), Moderna mengatakan vaksin buatannya 93 persen efektif hingga enam bulan setelah dosis kedua. Artinya, hampir tidak ada perubahan dari angka kemanjuran 94 persen yang dilaporkan dalam uji klinis aslinya.
Data enam bulan juga menunjukkan, vaksin Moderna masih memberikan perlindungan 98 persen terhadap keparahan dan 100 persen efektif mencegah kematian yang disebabkan oleh Covid-19.
Namun, data saat itu tidak memperhitungkan kinerja vaksin terhadap varian Delta yang lebih menular.
Sementara, dari penelitian terbaru tim peneliti yang dipimpin National Institutes of Health menemukan, bahwa vaksin Moderna juga efektif memberi perlindungan terhadap varian Delta.
Baca juga: Indonesia Terima 3,5 Juta Vaksin Moderna, Oksigen, Obat dan Alkes dari Amerika Serikat
Ilustrasi vaksin Moderna - Gambar kreatif ini diambil di sebuah studio di Paris pada 16 November 2020, menunjukkan jarum suntik dan botol vaksin dengan logo Moderna, menggambarkan pengumuman vaksin eksperimental terhadap Covid-19 dari Moderna yang 95% efektif.(JOEL SAGET / AFP)
Ahli imunologi Nicole Doria-Rose dan rekan di NIH's National Institute of Allergy and Infectious Diseases mengungkap, binding antibody tingkat tinggi yang mengenali semua varian diuji, termasuk B.1.351 (Beta) dan B.1.617.2 (Delta) yang dipertahankan pada semua subjek selama periode waktu.
Laporan studi yang telah diterbitkan dalam jurna Science ini, menguji darah dari 24 sukarelawan yang divaksinasi penuh pada beberapa titik waktu empat minggu setelah dosis pertama vaksin Moderna, dan kemudian pada tiga titik setelah mereka dianggap divaksinasi penuh dengan dua dosis hingga enam bulan.
"Pada puncak respons terhadap dosis vaksin kedua, semua individu memiliki respons terhadap semua varian," tulis tim peneliti.
Melansir CNN, tim peneliti menemukan, dua minggu setelah dosis kedua vaksin Moderna, semua sampel darah menetralkan semua varian.
Baca juga: Efek Samping Vaksin Moderna, Akan Diberikan kepada 1,47 Juta Tenaga Kesehatan
Vaksin Pfizer dan Vaksin Moderna.(AFP)
Mereka menyertakan semua varian yang paling umum dan mengkhawatirkan dalam pengujian ini, yakni B.1.1.7 (Alpha), B.1.351 (Beta), P.1 (Gamma), B.1.429 (Epsilon), B.1.526 (Iota), dan B.1.617.2 (Delta).