Covid 19
Penjelasan Lengkap Soal Vaksin Sinovac, Astrazeneca, dan Moderna, Termasuk Efeknya
Setelah vaksin Sinovac dan AstraZeneca, ada lagi satu vaksin yang akan digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
TRIBUNMANADO.CO.ID- Indonesia kini menggunakan beberapa jenis vaksin untuk melakukan percepatan Vaksinasi Covid 19.
Tiga di antaranya yaitu vaksin Sinovac, AstraZeneca, dan Moderna.
Namun masyarakat tidak bisa memilik vaksin apa yang mereka bisa terima.
Baca juga: Minta Maaf karena Suntik Vaksin Kosong, Perawat: Tak Ada Niat Apapun, Hari Itu Saya Vaksin 599 Orang

Hanya pasrah saja terhadap jenis vaksin Covid 19 yang sudah disiapkan pemerintah, tanpa tahu kelebihan dan kekurangannya.
Setelah vaksin Sinovac dan AstraZeneca, ada lagi satu vaksin yang akan digunakan untuk mengatasi pandemi Covid-19 di Indonesia.
Nama vaksinnya adalah Moderna, buatan Amerika Serikat.
Vaksin Moderna mulai didatangkan ke Indonesia pada pertengahan Juli lalu dan dijadwalkan akan didatangkan lagi pada awal Agustus ini.
Baca juga: Stok Vaksin Tahap I di Kabupaten Minahasa Kosong

Pada tahap pertama Juli lalu sebanyak 3 juta dosis vaksin Moderna, sedangkan pada tahap kedua ini sebanyak 3,5 juta dosis.
Artinya ada total 6,5 juta dosis vaksin Moderna di Indonesia, setelah sebelumnya pada 11 Juli lalu Indonesia menerima 3 juta dosis vaksin Moderna.
Pengiriman vaksin ini melalui skema COVAX Facility, sebuah kemitraan antara Gavi, the Vaccine Alliance, WHO, dan Coalition for Epidemic Preparedness Innovation (CEPI), dengan UNICEF sebagai mitra pelaksana.
Sementara di Australia, vaksin Moderna juga akan disetujui oleh Therapeutic Goods Administration (TGA) dalam dua minggu ke depan.
Baca juga: Dinkes Kabupaten Sitaro Lakukan Pendataan Nakes Penerima Vaksin Moderna

Moderna akan menjadi vaksin COVID-19 ketiga yang tersedia di Australia setelah Pfizer dan AstraZeneca.
Berikut penjelasan singkat soal vaksin Moderna:
Vaksin Moderna sangat mirip dengan vaksin Pfizer.
Kedua vaksin ini menggunakan teknologi mRNA, yang sebelum pandemi telah diuji coba pada manusia.