Pahlawan Asal Sulut
Sosok Marie Thomas, Dokter Perempuan Pertama di Indonesia Asal Sulawesi Utara
Sosok Dokter Marie Thomas Muncul di Google Doodle Hari Ini 17 Februari, Jasanya Besar ke Indonesia (Tribun Timur)
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
Dia juga merupakan perempuan pertama yang masuk ke sekolah kedokteran itu.
Tak hanya itu, dia merupakan satu-satunya murid perempuan di antara 180 murid laki-laki.
Masuknya Marie ke STOVIA tidak lepas dari peran Aletta Jacob (dokter perempuan pertama di Belanda).
Ketika sedang melakukan tur keliling dunia, Aletta Jacobs mengunjungi Hindi Belanda di Batavia pada 18 April 1912.
Aletta Jacob mendesak Gubernur Jenderal A.W.F. Idenburg agar perempuan bumiputra diizinkan mendaftar dan memperoleh pendidikan kedokteran di STOVIA.
Desakan tersebut akhirnya membuahkan hasil.
Kemudian Marie Thomas masuk ke STOVIA setelah mendapat dukungan beasiswa dari Studiefonds voor Opleiding van Vrouwelijke Inlandsche Artsen (SOVIA).
SOVIA merupakan perkumpulan untuk membentuk dana studi buat pendidikan dokter Hindia Wanita.
Marie Thomas lulus dari STOVIA pada 1922.
Dia merupakan yang pertama mendapat gelar Indisc Arts (dokter Hindia).
Setelah lulus pada 1922, dia bekerja di Centraal Burger Ziekenhuis di Weltevreden (sekarang Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo).
Kampung halaman
Setelah itu dia menikah dengan seorang dokter bernama Mohammad Joesoef pada 16 Maret 1929, lalu berangkat ke Padang, Sumatera Barat yang merupakan kampung halaman suami.
Di sana, Marie Thomas bekerja di Layanan Kesehatan Masyarakat setempat atau yang kala itu disebut Dienst der Volsgezondheid.
Setelah menetap selama beberapa tahun di Padang, dia kembali ke Batavia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/marie2.jpg)