Breaking News:

Nasional

Rakyat yang Menderita, Juliari Batubara Minta Maaf ke Jokowi dan Partainya, ICW Desak Majelis Hakim

Minta maaf kepada Presiden Jokowi hingga Ketua Partai, Juliari Batubara dikritik ICW. Semestinya minta maaf kepada warga masyarakat.

Editor: Frandi Piring
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Mantan Menteri Sosial Juliari Batubara sidang kasus korupsi bansos minta maaf kepada Presiden Jokowi dan Megawati Soekarnoputri. Disinggung ICW semestinya meminta maaf kepada masyarakat bukan kepada Presiden atau Ketua Partai Politik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Permintaan maaf yang disampaikan mantan Menteri Sosial Juliari Batubara saat membacakan pledoi atas kasus korupsi Bansos Covid-19 dinilai tidak tepat.

Sebagaimana diketahui, Juliari Batubara meminta maaf kepada Presiden Jokowi hingga petinggi partai politik.

Juliari pun mendapatkan singgungan.

Ia semestinya meminta maaf kepada masyarakat Indonesia bukan kepada Presiden Jokowi serta ketua partai yang dimaksud.

Juliari Batubara sebut nama Megawati dan Jokowi saat bacakan Pledoi.
Juliari Batubara sebut nama Megawati dan Jokowi saat bacakan Pledoi. (Kolase Tribun Manado)

Hal itu disampaikan oleh peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana menanggapi pembacaan nota pembelaan atau pleidoi yang disampaikan Juliari dalam persidangan, Senin (9/8/2021).

"Bagi ICW, pihak yang tepat untuk dimintai maaf oleh Juliari adalah seluruh masyarakat Indonesia, bukan Presiden Joko Widodo atau ketua umum partai politik," sebut Kurnia dalam keterangan tertulis, Selasa (10/8/2021).

Sebab, lanjut Kurnia, pihak yang paling terdampak dari praktik korupsi bantuan sosial adalah masyarakat.

Ia juga mengatakan bahwa penderitaan yang dialami Juliari tidak sebanding dengan korban korupsi bansos.

"Mulai dari mendapatkan kualitas bansos buruk, kuantitas bansos kurang, bahkan ada pula kalangan masyarakat yang sama sekali tidak mendapatkannya di tengah situasi pandemi Covid-19," ungkap Kurnia.

Lebih lanjut, Kurnia meminta agar majelis hakim mengabaikan pleidoi Juliari dan menjatuhkan vonis seumur hidup kepada politikus PDI-P itu.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved