Penanganan Covid
Hasil Studi Kemenkes Terkait Efek Vaksin Sinovac, Terungkap Semua Dampaknya, Begini Cara Kerjanya
Inilah hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) terhadap vaksin Sinovac.
Sebanyak 40.245 lansia telah mendapatkan vaksinasi lengkap pada periode 4–29 Maret 2021.
Diamati hingga 28 hari pasca vaksinasi dan dibandingkan dengan lansia yang belum mendapatkan vaksinasi dengan periode follow-up Maret–Mei 2021.
Sebanyak 6.446 lansia baru menerima vaksin Sinovac dosis pertama.
Serta 40.245 lansia penerima dosis lengkap.
"Vaksinasi dosis lengkap memberikan proteksi dalam menurunkan risiko covid 19 bergejala, perawatan dan kematian pada lansia," tulis keterangan Kemenkes.
Sinovac, perusahaan obat asal China, mengembangkan vaksin virus corona baru bernama CoronaVac.
Vaksin tersebut adalah salah satu jenis vaksin corona yang kini digunakan di Indonesia.
Sinovac menggunakan metode inactivated untuk mematikan virus.
Sehingga, vaksin virus corona yang dibuat Sinovac tidak mengandung virus hidup atau yang dilemahkan.
Sinovac telah melakukan tahap uji klinis untuk memastikan keamanannya.
Dirangkum dari New York Times, berikut 6 cara kerja vaksin Sinovac:
1. Terbuat dari virus corona
Untuk membuat CoronaVac, para peneliti Sinovac memulainya dengan mengambil sampel virus corona dari pasien di China, Inggris, Italia, Spanyol, dan Swiss.
Satu sampel dari China akhirnya menjadi dasar pembuatan vaksin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/chinaberhasil-uji-coba-vaksincovid-19-ke-manusiaindonesia-jalin-kerja-sama-untuk-dikembangkan.jpg)