Breaking News
Kamis, 7 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Hasil Studi Kemenkes Terkait Efek Vaksin Sinovac, Terungkap Semua Dampaknya, Begini Cara Kerjanya

Inilah hasil studi Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemkes) terhadap vaksin Sinovac.

Tayang:
https://www.takecarepharmacy.com/
Penampakan Sinovac Biotech yang berbasis di Beijing, China, mengumumkan data awal yang positif dari uji klinis Fase I / II vaksin Covid-19, CoronaVac. Vaksin ini menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang baik. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 130 upaya global untuk mengembangkan vaksin melawan COVID-19. 

Studi dilakukan terhadap 25.374 tenaga kesehatan di DKI Jakarta periode 13 Januari- 18 Maret 2021 lalu.

Adapun studi berfokus pada tenaga kesehatan yang telah menerima vaksin dosis pertama maupun dosis lengkap.

Dari keterangan yang diterima Sabtu (7/8/2021), hasilnya pemberian vaksin dosis lengkap dapat mencegah 100 persen dari kematian akibat covid 19 pada hari ke-28.

Kemudian 94 persen mencegah infeksi covid 19 pada hari ke-28.

Serta 96 persen mencegah perawatan pada hari ke-14.

Sementara untuk efektivitas untuk dosis pertama, didapatkan 13 persen dapat mencegah infeksi covid 19 pada hari ke-14 serta 53 persen dapat mencegah perawatan pada hari ke-7.

Terhadap lansia

Kemenkes pun melakukan studi efektivitas Sinovac dalam mencegah covid 19 bergejala dan kematian akibat covid 19 pada lansia di atas 60 tahun setelah 14 hari menerima vaksinasi.

Studi dilakukan terhadap 86.916 lansia di DKI Jakarta selama periode Maret-April 2021.

Adapun studi berfokus pada lansia yang telah menerima vaksin dosis pertama, dosis lengkap, maupun yang belum menerima vaksinasi.

Dari keterangan yang diterima Sabtu (7/8/2021), pemberian vaksin dosis lengkap pada lansia dapat mencegah 85 persen covid 19 bergejala pada hari ke-28.

Kemudian, mencegah perawatan hingga 92 persen.

Serta 95 persen mencegah kematian pada lansia akibat virus corona.

Sementara pada lansia yang menerima dosis pertama, didapati 35 persen dapat mencegah covid 19 bergejala.

Studi dilakukan pada ribuan lansia yang tidak memiliki riwayat PCR (+) covid 19 sebelum vaksinasi dan sebelum masa pengamatan dimulai.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved