Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Bulutangkis

Nasibnya Berubah Drastis, Dulu Naik Kapal Laut ke Jakarta, Apriyani Rahayu Kini Banjir Hadiah Mewah

Berlimpah hadiah yang diterima Apriyani Rahayu ini seolah menjadi balasan dari perjuangan keras yang dilakukannya bertahun-tahun

Editor: Finneke Wolajan
kolase instagram Honda Indonesia/tribun sultra
Greysia Polii/Apriyani Rahayu dapat mobil City Hatchback dari PT HPM. Padahal saat kali pertama ke Jakarta Apriyani harus naik kapal laut karena tak mampu membeli tiket pesawat. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Dulu ke Jakarta naik kapal laut karena tak punya uang, Apriyani Rahayu kini banjir hadiah mewah

Nasib Apriyani Rahayu pebulutangkis peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2020 berubah drastis. 

Dulu Apryani Rahayu kali pertama ke Jakarta harus naik kapal laut, kini hadiah berlimpah diterima pasangan Greysia Polii ini.

Dari uang tunai Rp 5 miliar dan Rp 500 juta, rumah seharga miliaran rupiah, apartemen, tanah, sapi, bisnis makanan hingga tabungan investasi.

Apriyani Rahayu dan Greysia Polii mendapat satu unit mobil Honda City Hatchback dari  PT Honda Prospect Motor (HPM). 

Amiruddin Pora, ayah <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/apriyani-rahayu' title='Apriyani Rahayu'>Apriyani Rahayu</a> pebulutangkis yang hari ini berlaga di final <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/olimpiade-tokyo-2020' title='Olimpiade Tokyo 2020'>Olimpiade Tokyo 2020</a>.
Amiruddin Pora, ayah Apriyani Rahayu pebulutangkis yang hari ini berlaga di final Olimpiade Tokyo 2020. (youtube kompas tv/)

Berlimpah hadiah yang diterima Apriyani Rahayu ini seolah menjadi balasan dari perjuangan keras yang dilakukannya bertahun-tahun. 

Ayah Apriyani Rahayu, Amiruddin Pora menceritakan kisah dimasa putri bungsunya itu merintis karir di dunia atlet.

Amiruddin mengungkapkan, perjuangan Ia dan almarhum istrinya, Sitti Djauhari itu sungguh luar biasa.

"Kalau ujiannya saya urus Apri itu cukup (berat saat itu)," ungkap Amiruddin sembari mengingat masa lalu saat ditemui belum lama ini di kediamannya.

Pasalnya, kata Amiruddin, saat pertama kali ke Jakarta, Apriyani tidak bisa berangkat sendiri.

Sehingga, Ia dan almarhumah istrinya mau tidak mau harus ikut bersama Apriyani ke Jakarta.

"Tidak bisa berangkat sendiri. Ikut mamanya, ikut saya kemana-mana," kata Amiruddin.

Pada saat menuju Jakarta, Apriyani dan rombongan mengalami kekurangan uang.

Amiruddin mengaku, Ia diberikan uang saku sejumlah Rp 9 Juta dari Pemerintah Kabupaten Konawe.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved