Olimpiade Tokyo
Pelari Wanita Ini 3 Kali Pecahkan Rekor Dunia di Olimpiade Tokyo 2020, Namun Dicurigai Sebagai Pria
Ia menyabet medali perak cabang olahraga atletik nomor lari 200 meter putri. Namun, seseorang menudingnya sebagai pria.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Olimpiade Tokyo 2020 akan berakhir pada 8 Agustus mendatang.
Namun sebuah kontroversi mengemuka jelang penutupan ajang empat tahunan tersebut.
Olimpiade 2020 menjadi momen manis bagi atlet Namibia, Christine Mboma.
• UPDATE Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2021 Kamis 5 Agustus 2021, Indonesia Masih Diatas Portugal
Ia menyabet medali perak cabang olahraga atletik nomor lari 200 meter putri. Namun, seseorang menudingnya sebagai pria.
Kontroversi itu datang dari cabang olahraga atletik.
Adalah pelari dari Namibia, Christine Mboma yang jadi sorotan.
Mboma seorang wanita pelari di nomor 200 meter.
Usianya baru 18 tahun, namun di ajang Olimpiade Tokyo 2020 yang dihelat 2021 ini, Christine Mboma mampu memecahkan rekor dunia U-20.
Bukan sekali, tetapi tiga kali Mboma sukses memecahkan rekor U-20 tersebut.
Pada semifinal, dia bahkan mencatatkan waktu terbaik 21,97 detik dalam lomba lari 200 m putri.
Christine Mboma merebut medali perak Olimpiade Tokyo 2020 di nomor 200 meter pada debutnya ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Baca juga: Prediksi Final Sepak Bola Putri Swedia vs Kanada, Perebutan Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020
Secara meyakinkan, Christine Mboma mampu mengalahkan catatan waktu beberapa nama pelari top dunia.
Sebut saja, Gabby Thomas yang hanya mampu meraih medali perunggu atau Shelly-Ann Fraser-Pryce yang harus finish di posisi keempat.
Namun, torehan prestisius Christine Mboma itu diiringi catatan bahwa dia memiliki kondisi hiperandrogenisme, suatu kondisi yang menghasilkan lebih banyak testosteron dari biasanya di tubuh seseorang.