Sosok Tokoh
Kisah Greysia Polii Kecil, Main Bulutangkis Pakai Kardus Karena Keterbatasan Ekonomi, Kini Bersinar
Wanita asal Manado, Sulawesi Utara itu baru saja menjuarai Olimpiade Tokyo 2020 sektor ganda putri bersama pasangan, Apriyani Rahayu.
Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Semangat perempuan kelahiran 1987 itu untuk menjadi atlet bulu tangkis, disebut Tomi, mendapat dukungan penuh dari orangtuanya.
Tomi masih ingat, ibu Greysia yang selalu antusias untuk mengantar anaknya berlatih.
Setelah tiga tahun berlatih di PB Pisok, Greysia pindah ke Jakarta.
Pada usia 15 tahun, anak pasangan Willy Polii dan Evie Pakasi ini masuk Pelatnas Bulu Tangkis.
Meski sudah lama meninggalkan PB Pisok, Greysia tidak lupa dengan tempatnya berlatih saat masih kecil.
Saat turnamen bulu tangkis beberapa waktu lalu berlangsung di PB Pisok, Greysia datang berkunjung.
Dia juga beberapa kali datang untuk menyemangati anak-anak yang sedang berlatih.
"Mereka (anak-anak) sangat bersemangat mengikuti jejak kedua seniornya yang sudah mengharumkan nama Indonesia di tingkat dunia," ujar Tomi.
Foto Greysia pun dipasang pengelola PB Pisok sebagai tanda kebanggaan.
"Ini jadi kebanggaan kami. Ada juga foto Lilyana Natsir," sebut Tomi. Sebagai informasi, Lilyana Natsir juga pernah berlatih di PB Pisok.
Sebagai informasi, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil meraih medali emas untuk cabang badminton ganda putri di Olimpiade Tokyo 2020.
Mereka mengalahkan pasangan Qing Chen Chen dan Yi Fan Jia asal China lewat dua set tanpa balas di Musashino Forest Plaza pada Senin (2/8/2021).
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Cerita Pelatih Greysia Polii di Manado, Datang Paling Cepat tapi Pulang Terakhir
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kisah Greysia Polii Kecil, Gunakan Kardus Dibentuk Menyerupai Raket untuk Bermain Badminton