Kasus Sumbangan 2 Triliun

Heboh soal Kasus Sumbangan 2 Triliun, Anggota DPR: Geli, Lucu dan Menggemaskan

Seperti yang diketahui kasus sumbangan Rp 2 triliun mesih menjadi perhatian publik hingga saat ini.

Editor: Glendi Manengal
KOMPAS.COM/DOKUMENTASI POLISI
Ilustrasi Uang Rupiah dan Penyerahan bantuan dana Rp 2 Triliun dari keluarga alm. Akidi Tio, pengusaha sukses asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur untuk penanganan covid-19 di Sumsel, Senin (26/7/2021) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seperti yang diketahui kasus sumbangan Rp 2 triliun mesih menjadi perhatian publik hingga saat ini.

Bahkan beberapa pejabat pemerintah sudah menanggapi soal sumbangan yang diduga bohong.

Bahkan dari anggota DPR merasa soal kasus tersebut geli dan lucu

Baca juga: Sulhan Manggabarani Kantongi SK Sejak Juni 2021, Kursi Wakil Ketua II DPRD Bolmong Belum Terisi

Baca juga: Masih Ingat Trie Utami? Dulu Dikenal Juri AFI Bermulut Pedas, Penampilannya Kini Berubah Drastis

Foto saat sumbangan Rp 2 triliun dari keluarga Akidi Tio diberikan ke Polda Sumsel. (Tribun Sumsel)

Berbagai kalangan mengomentari soal sumbangan dengan jumlah fantastis itu, terlebih saat muncul isu sumbangan Rp2 Triliun adalah 'prank'.

Ditambah lagi status Heriyanti yang sempat dinyatakan sebagai tersangka lalu diklarifikasi bahwa masih sebagai saksi.

Terbaru, uang sumbangan yang digembor-gemborkan Rp2 Triliun itu ternyata jumlahnya tak cukup di bilyet giro yang sebelumnya disebutkan.

Anggota Komisi III DPR Supriansa menyayangkan kepolisian yang dengan mudahnya percaya terhadap rencana hibah Rp2 triliun.

"Sebenarnya geli melihat kasus itu, lucu, dan menggemaskan. Saya kira ini pelajaran bagi kita semua terutama kepolisian bahwa kalau ada yang berniat terlalu baik maka perlu ditelusuri dulu," kata Supriansa kepada wartawan, Rabu (3/8/2021).

Dia menyebut ada sejumlah pertanyaan yang perlu dipertanyakan dan ditelusuri lebih dulu.

Di antaranya, apakah memang keluarga Akidi Tio memiliki uang sebanyak Rp 2 triliun yang direncanakan akan dihibahkan untuk dana penanganan Covid-19.

"Uang itu berada di bank mana? Ada di dalam negeri atau di luar negeri? Kalau uang itu ada di dalam atau di luar negeri, maka sebaiknya ditelusuri di bank mana disimpan," kata Legislator F-Golkar tersebut.

Seharusnya, langkah-langkah penelusuran seperti itu yang kemudian dilakukan pihak berwajib.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved