Penanganan Covid
Prof Grace Kandou: Percaya Saja Pada Tim Investigasi KIPI
"Karena dalam menentukan KIPI tersebut semuanya ada dasarnya sesuai dengan protap yang ada serta pertimbangan analisis sesuai kasus per kasus."
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Pakar Kesehatan Universitas Sam Ratulangi, Prof Grace Kandou mengatakan terkait hasil investigasi KIPI soal 3 warga Sulut yang meninggal akibat setelah divaksin covid-19 ternyata bukan karena vaksin.
"Soal investigasi itu, marilah kita percayakan kepada Tim yang memang kompeten dibidangnya apapun hasilnya kita harus terima. Karena tentunya Tim menyampaikan hasil karena ada dasar dari hasil penelusuran tersebut, bukan hanya asal mengambil kesimpulan," kata Prof Grace.
Jadi, kata Prof Grace, jangan kita terlalu yakin dengan apa asumsi kita sementara tanpa dasar yang kuat.
"Karena dalam menentukan KIPI tersebut semuanya ada dasarnya sesuai dengan protap yang ada serta pertimbangan analisis sesuai kasus per kasus," ungkapnya.
Untuk itu, Prof Grace mengajak masyarakat untuk bersama-sama berpikir jernih tanpa menjurus pada apa yang kita duga selama ini.
Karena dugaan tersebut harus dibuktikan dan ternyata Tim telah melakukan telaah dan penelusuran yg cermat sehingga memperoleh hasilnya.
"Semoga kita semua mempunyai keyakinan yang sama bahwa obat vaksin yang diberikan adalah upaya justru untuk memberikan perlindungan bagi kita bukan untuk mencelakakan," tutup Prof Grace.
Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo
Pengamat Epidemiologi Sulut Jonesius Manoppo mengatakan, Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) adalah sesuatu yang lumrah terjadi.
Hanya saja, laporan yang ada hanyalah gejala yang ringan serta mudah dihilangkan dengan obat-obatan, sangat kecil peluang untuk menyebabkan kematian.
"Dari jutaan dosis vaksin yang telah diberikan di seluruh dunia memang ada laporan bahwa ada yang meninggal setelah menerima vaksinasi."
"Namun setelah diselidiki paling banyak tidak bisa dibuktikan bahwa kematian tersebut disebabkan langsung oleh vaksin, karena telah melalui proses penelitian dan dinyatakan aman," jelas Manoppo kepada Tribun Manado.
Manoppo menyebut, secara statistikpun demikian, hubungan antara pemberian vaksin dan kematian akibat KIPI adalah tidak bermakna.
"Kematian di Indonesia rata-rata pertahun sebesar 0,65%, artinya akan ada kematian oleh sebab apapun rata-rata 65 orang per 10000 populasi setiap tahun."
"Dan pada pertengahan tahun ini sudah mendekati 21 juta penduduk menerima vaksinasi lengkap, dan yang telah mendapatkan dosis pertama sudah diatas 47,6 juta penduduk," terang Dosen Epidemiologi Ilmu Kesehatan Masyarakat dari Unima ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/vaksinasi-covid-19-bagi-masyatakat-umum-dan-anak-di-salah-satu-pusat-perbelanjaan09.jpg)