Berita Seleb
Perjalanan Karier 3 Kali Ikut Olimpiade, Pernah Didiskualifikasi, Greysia Polii Akhirnya Raih Emas
Greysia mulai tertarik bermain bulu tangkis sejak kecil akibat pengaruh dari kakaknya, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet bulu tangkis nasional
Keempat pasangan ganda putri itu dianggap melanggar code of conduct pasal 4.5 dan 4.16 yaitu "tidak bersungguh-sungguh untuk berusaha memenangkan pertandingan" dan "bertingkah laku menghina dan merusak reputasi bulu tangkis."
Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pasangan ini terhenti pada babak perempat final.
Namun, Greysia mengaku tetap bangga karena kali ini merasa kalah dengan terhormat.
Greysia Polii/Apriyani Rahayu raih emas Olimpiade Tokyo 2020 (Instagram @bwf.official)
Pada tahun 2017, Greysia mulai dipasangkan dengan pemain muda Apriyani Rahayu.
Bersama Apriyani, ia memenangkan medali emas ganda putri pertamanya di SEA 2019, gelar pertamanya di kandang sendiri di Indonesia Masters 2020.
Yang terbaru, Greysia dan Apriyani berhasil membawa pulang medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.
Pasangan ini menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.
Sebelumnya, prestasi terbaik ganda putri Indonesia di kompetisi multicabang olahraga empat tahunan itu hanya perempat final, yakni pada Olimpiade Rio 2016 (Greysia Polii/Nitya Krishinda).
Selain itu, kesuksesan Greysia dan Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. (Tribunstyle/ Amir)
Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Perjalanan Karier Greysia Polii, Pernah Didiskualifikasi hingga Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020