Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Seleb

Perjalanan Karier 3 Kali Ikut Olimpiade, Pernah Didiskualifikasi, Greysia Polii Akhirnya Raih Emas

Greysia mulai tertarik bermain bulu tangkis sejak kecil akibat pengaruh dari kakaknya, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet bulu tangkis nasional

Editor: Finneke Wolajan
Tribunstyle.com/kolase KOMPAS.COM/ KRISTIANTO PURNOMO// AFP/PEDRO PARDO
Perjalanan karier Greysia Polii 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Inilah perjalanan karier Greysia Polii, dulu didiskualifikasi di Olimpiade London 2012 kini raih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Atlet bulu tangkis ganda putri Indonesia, Greysia Polii tengah menjadi sorotan setelah berhasil meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Greysia Polii yang berpasangan dengan Apriyani Rahayu berhasil mengalahkan ganda putri China, Chen Qing Chen dan Jia Yi Fan pada partai final, Senin (2/8/2021) pagi WIB.

Berlaga di Lapangan 1 Musashino Forest Sport Plaza, Greysia dan Apriyani menang dua gim langsung dengan skor 21-19, 21-15 dalam tempo 55 menit.

Keberhasilan Greysia Polii meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 ini tidak diraih dengan mudah.


Greysia Polii meraih medali emas SEA Games 2019 (DOK. BADMINTONINDONESIA via Kompas.com)

Ia telah melalui perjalanan panjang dan berliku sebagai seorang atlet bulu tangkis.

Greysia Polii mulai tertarik bermain bulu tangkis sejak kecil akibat pengaruh dari kakaknya, Deyana Lomban, yang juga mantan atlet bulu tangkis nasional.

Bakat bulu tangkisnya mulai muncul ketika ia berusia enam tahun.

Greysia Polii kemudian bergabung ke klub bulutangkis Jaya Raya Jakarta untuk mengasah kemampuannya.

Saat menjadi anggota klub, mantan atlet bulu tangkis Retno Koestijah yang menjadi pelatihnya menyadari bahwa Greysia yang saat itu berusia 14 tahun memiliki bakat untuk menjadi pemain ganda.

Retno kemudian memindahkannya dari pemain tunggal ke ganda.

Keputusan tersebut membuahkan hasil yang baik hingga Greysia bergabung ke tim nasional junior bulu tangkis pada 2003.

Ia awalnya bermain di nomor ganda campuran dipasangkan dengan Heni Budiman dan berhasil mencapai tahap semifinal pada turnamen Malaysia Satellite 2003.

Bersama Heni, Greysia berhasil memenangkan gelar Kejuaraan Nasional Bulu Tangkis.

Pada 2004, Greysia membantu tim nasional junior untuk mendapatkan medali perunggu pada nomor beregu putri Kejuaraan Bulu Tangkis Junior Asia dan beregu campuran Kejuaraan Dunia Junior.

Ia juga mendapatkan medali perak pada nomor ganda campuran bersama Muhammad Rijal dan medali perunggu pada nomor ganda putri bersama Heni Budiman.

Profil <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/greysia-polii' title='Greysia Polii'>Greysia Polii</a>
Perjalanan karier Greysia Polii (Instagram via Bolasport.com)

Greysia Polii memulai debutnya bersama tim nasional senior di Piala Uber pada 2004, ketika tim tersebut berhasil mencapai tahap perempat final.

Prestasinya bersama tim nasional dimulai ketika dipasangkan dengan Jo Novita sekitar tahun 2005.

Pasangan ini berhasil memenangkan gelar Grand Prix, dua medali perak di SEA Games pada tahun 2005 dan 2007, dan satu perunggu di Kejuaraan Asia 2005.

Pada pertengahan tahun 2008, ia mulai berpasangan dengan Nitya Krishinda Maheswari karena usia Jo Novita yang tidak lagi muda dan tidak bisa diharapkan membangkitkan prestasi di sektor ganda putri dengan Greysia lagi.

Bersama Nitya, Greysia berhasil memenangkan 2 gelar Superseries, 3 gelar Grand Prix, satu emas di Asian Games 2014, satu perak di SEA Games 2013, dan medali perunggu di Kejuaraan Dunia 2015 dan Asia 2016.

Pasangan ini mencapai karier tertingginya dengan menduduki peringkat 2 dunia ganda putri BWF.

Greysia juga telah mewakili Indonesia di tiga Olimpiade, yakni Olimpade London 2012, Olimpiade Rio de Janeiro 2016 dan Olimpiade Tokyo 2020.

Di Olimpiade London 2012, Greysia Polii yang berpasangan dengan Meiliana Jauhari didiskualifikasi oleh panitia.

Mereka dianggap melanggar kode etik karena sengaja mengalah di babak Grup C cabor bulu tangkis saat menghadapi Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan).

Mereka disinyalir sengaja melakukan tindakan tersebut agar bisa terhindar dari pasangan Wang Xiaoli/Yu Yang (China) di babak perempat final.

Alhasil, Greysia  dan Meiliana didiskualifikasi oleh BWF dan tidak dapat bertanding lagi di Olimpiade London 2012.

Selain Greysia/Meiliana, tiga pasangan lainnya, Wang Xiaoli/Yu Yang (China), Kim Ha Na/Jung Kyung Eun dan Ha Jung Eun/Kim Min Jung (Korea Selatan) juga didiskualifikasi.

Keempat pasangan ganda putri itu dianggap melanggar code of conduct pasal 4.5 dan 4.16 yaitu "tidak bersungguh-sungguh untuk berusaha memenangkan pertandingan" dan "bertingkah laku menghina dan merusak reputasi bulu tangkis."

Di Olimpiade Rio de Janeiro 2016, pasangan ini terhenti pada babak perempat final.

Namun, Greysia mengaku tetap bangga karena kali ini merasa kalah dengan terhormat.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu raih emas <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/olimpiade-tokyo-2020' title='Olimpiade Tokyo 2020'>Olimpiade Tokyo 2020</a>
Greysia Polii/Apriyani Rahayu raih emas Olimpiade Tokyo 2020 (Instagram @bwf.official)

Pada tahun 2017, Greysia mulai dipasangkan dengan pemain muda Apriyani Rahayu.

Bersama Apriyani, ia memenangkan medali emas ganda putri pertamanya di SEA 2019, gelar pertamanya di kandang sendiri di Indonesia Masters 2020.

Yang terbaru, Greysia dan Apriyani berhasil membawa pulang medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Pasangan ini menjadi ganda putri pertama Indonesia yang meraih medali emas Olimpiade.

Sebelumnya, prestasi terbaik ganda putri Indonesia di kompetisi multicabang olahraga empat tahunan itu hanya perempat final, yakni pada Olimpiade Rio 2016 (Greysia Polii/Nitya Krishinda).

Selain itu, kesuksesan Greysia dan Apriyani memastikan Indonesia mendapatkan medali emas pertamanya di Olimpiade Tokyo 2020. (Tribunstyle/ Amir)

Artikel ini telah tayang di TribunStyle.com dengan judul Perjalanan Karier Greysia Polii, Pernah Didiskualifikasi hingga Raih Emas di Olimpiade Tokyo 2020

Sumber: TribunStyle.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved