Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Olimpiade Tokyo 2020

Medali Emas hingga Perunggu Olimpiade Tokyo Terbuat dari Sampah Elektronik, Jepang Manfaatkan Limbah

Medali Olimpiade Tokyo 2021 didapat dari sampah elektronik yang ditotal memiliki berat hampir 80 ton.

Editor: Frandi Piring
Instagram Olympics
Medali Olimpiade Tokyo 2020 terbuat dari sampah elektronik. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pergelaran Olimpiade Tokyo 2020 kini menjadi euforia dunia di pertengahan tahun 2021 setelah Euro 2020 usai.

Ajang olahraga antar negara di belahan bumi yang bertanding di berbagai cabang olahraga.

Persaingan para atlet menunjukkan prestasi mereka di bidang olahraga.

Selain bertujuan mengharumkan nama bangsa, seorang atlet ingin meraih medali.

UPDATE: Daftar Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Pepet Britania Raya dan Belanda
UPDATE: Daftar Perolehan Medali Olimpiade Tokyo 2020, Indonesia Pepet Britania Raya dan Belanda (medcom)

Medali merupakan salah satu kebanggan serta prestasi bagi seorang atlet.

Olimpiade Tokyo 2020 menjadi hiburan masyarakat dunia di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

Jepang selaku penyelenggara pun tak main-main menyipakan olimpiade yang tertunda dan baru bisa dilaksanakan di tahun 2021 ini.

Salah satunya soal medali yang ternyata butuh waktu selama dua tahun untuk mengumpulkan materialnya.

Bukannya tanpa sebab, pengumpulan material medali menjadi lama karena Pemerintah Jepang turut melibatkan masyarakatnya.

Ya, material medali berupa emas, perak dan perunggu itu dikumpulkan dari sampah elektronik yang disumbangkan masyarakat Jepang.

Bagi masyarakat Jepang, proyek tersebut merupakan kesempatan bagi mereka untuk menjadi bagian dari Olimpiade Tokyo 2020.

"Kampanye tersebut meminta masyarakat untuk menyumbangkan perangkat elektronik usang untuk proyek tersebut," kata Juru Bicara Olimpiade Tokyo 2020 Hitomi Kamizawa, dikutip dari DW via Kompas.com.

"Kami berterima kasih atas kerja sama semua orang," lanjutnya.

Sebanyak 90 persen kota, kota kecil, dan desa di Jepang berhasil dijangkau berkat adanya situs penjemputan donasi.

Selama dua tahun dikumpulkan, sampah-sampah elektronik itu menghasilkan 70 pon (32 kg) emas, 7.700 pon (3.493 kg) perak, dan 4.850 pon (2.200 kg) perunggu.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved