Kabar Tokoh
Masih Ingat Mia Audina? Atlet Bulutangkis yang Pindah Belanda, Raih Medali Olimpiade untuk 2 Negara
Dulu Mia Audina digadang-gadang menjadi pengganti Susi Susanti, namun Mia Audina memilih jalan sendiri. Prestasi langka menjadi milik Mia Audina
Penulis: Finneke Wolajan | Editor: Finneke Wolajan
TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat Mia Audina ? Pemain bulu tangkis berprestasi Indonesia yang kini warga negara Belanda?
Dulu Mia Audina digadang-gadang menjadi pengganti Susi Susanti, namun Mia Audina memilih jalan sendiri. Prestasi langka menjadi milik Mia Audina.
Atlet bulutangkis ganda putri Greysia Polii dan Apriyani Rahayu tengah disorot karena berhasil masuk final Olimpiade Tokyo 2020. Siang ini, keduanya akan melawan pasangan dari China Chen Qingchen dan Jia Yifan.
Prestasi bulutangkis putri mengingatkan kita pada sosok Mia Audina.
Sejarah mencatat, Mia Audina merupakan satu-satunya pebulu tangkis yang mampu meraih medali olimpiade bagi dua negara
Medali terakhir Indonesia di olimpiade yakni saat Maria Kristin Yulianti merebut medali perunggu di olimpiade Beijing 2008.
Mia Audina perak dan Susi Susanti perunggu saat olimpiade 1996
Belum ada yang lebih baik dari prestasi medali emas bulutangkis tunggal putri olimpiade Barcelona 1992 milik Susi Susanti.
Sebenarnya, ada sosok pemain muda era 1990-an yang disebut-sebut menjadi “The Next Susi Susanti”.
Dia adalah Mia Audina Tjiptawan alias Zhang Haili. Masa depan Mia Audina sangat cerah di dunia bulu tangkis.
Belum genap 14 tahun usianya, Mia Audina sudah terpilih masuk Pelatnas Cipayung (markas PBSI).
Setahun kemudian, Mia terseleksi ke tim Uber Cup 1994 di Jakarta, yang juga diperkuat Susi Susanti.
“Dia mulai terjun ke kompetisi internasional membawa nama Indonesia sejak 1993 dan memenangi gelar juara dunia (Uber Cup) dengan tim Indonesia pada 1994 ketika dia baru berusia 14 tahun,” tulis P. Markula dalam Olympic Women and the Media: International Perspectives, dilansir dari historia.id.
Mia menjadi penentu kemenangan Indonesia. Di partai terakhir, dia mengalahkan tunggal putri China Zhang Ning via rubber set 11-7, 10-12 dan 11-4.
Itu menjadi gelar Uber Cup kedua Indonesia setelah 1975.