Sabtu, 16 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Greysia Polii

Jadwal Bulutangkis Olimpiade Tokyo, Kans Indonesia Tambah 2 Medali dari Greysia/Apriyani dan Ginting

Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang akan bermain di partai final dan Anthony Sinisuka Ginting yang akan berlaga memperebutkan medali perunggu.

Tayang:
Pedro PARDO / AFP
Jadwal Bulutangkis Olimpiade Tokyo, Kans Indonesia Tambah 2 Medali dari Greysia/Apriyani dan Ginting 

Pebulu tangkis Tiongkok Chen Long melepaskan tembakan ke gawang <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/anthony-sinisuka-ginting' title='Anthony Sinisuka Ginting'>Anthony Sinisuka Ginting</a> dari <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/indonesia' title='Indonesia'>Indonesia</a> dalam pertandingan semifinal bulu tangkis tunggal putra pada <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/olimpiade-tokyo' title='Olimpiade Tokyo'>Olimpiade Tokyo</a> 2020 di Musashino Forest Sports Plaza di Tokyo pada 1 Agustus 2021.

Greysia/Apriyani diharapkan bisa merusak dominasi wakil Negeri Tirai Bambu di Olimpiade 2021.

Satu-satunya cara ialah mengalahkan Chen Qingchen/Jia Yifan. Raihan medali emas menjadi harapan besar yang ditaruh pada pundak Greys/Apri.

Namun kembali lagi, misi tersebut tak akan mudah bagi pasangan ganda putri Indonesia ini.

Tantangan besar dihadapi Greysia/Apriyani karena tidak didukung rekor bagus melawan pasangan nomor dua dunia tersebut.

Kedua pasangan itu tercatat telah berjumpa sembilan kali, dengan yang pertama terjadi pada 2017.

Hasilnya, Greysia/Apriyani kalah head to head 3-6 dengan hanya memenangi sekali dari lima pertemuan terakhir mereka.

Greysia/Apriyani wajib melupakan rekor pertemuan tersebut untuk bisa tampil nothing to lose.

2. Tugas Berat Greysia/Apriyani dan Anthony Ginting untuk Hindarkan Indonesia dari Mimpi Buruk

Indonesia memiliki tradisi yang kuat dalam menyabet medali emas sejak bulutangkis dipertandingkan pada Olimpiade 1992.

Tunggal putri Susy Susanti dan tunggal putra Alan Budikusuma menjadi pelopor tradisi tersebut setelah berjaya di Olimpiade 1992.

Empat tahun berselang giliran ganda putra Ricky Soebagja/Rexy Mainaky merengkuh emas di Olimpiade Atlanta 1996.

Link Live Streaming <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/olimpiade-tokyo' title='Olimpiade Tokyo'>Olimpiade Tokyo</a>, Misi Anthony <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/ginting' title='Ginting'>Ginting</a> ke Final Halaman  all - Kompas.com

Adapun pada Olimpiade Sydney 2000, ganda putra kembali menjaga tradisi dengan merebut emas bulutangkis melalui Tony Gunawan/Candra Wijaya.

Tunggal putra menjaga tradisi tersebut dnegan Taufik Hidayat meraihnya di Olimpiade 2004.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved