Breaking News:

Nasional

MAKI Ancam Pihak Kejaksaan RI karena Keberadaan Terdakwa Jaksa Pinangki: 'Kalau Tidak Saya Lapor'

Boyamin Saiman menyatakan akan melaporkan pihak Kejaksaan jika tak segera eksekusi Pinangki Sirna Malasari.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews/Irwan Rismawan
Foto Djoko Tjandra menangis di persidangan, ikuti sidang lanjutan keterlibatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020). Kabar terbaru, pihak MAKI mengancam Kejaksaan RI agar terdakwa suap korupsi Pinangki Sirna Malasari segera dikurung di Lapas. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Terkait vonis hukuman atas Pinangki Sirna Malasari, Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mengancam bakal melaporkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Boyamin menyatakan akan melaporkan pihak Kejaksaan jika tak segera eksekusi Pinangki Sirna Malasari.

Menurutnya, MAKI bakal melaporkan kasus ini kepada Komisi Kejaksaan, Komisi III DPR RI hingga Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan.

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2017)
Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (9/6/2017) (KOMPAS.com/Nabilla Tashandra)

"Saya minta minggu depan untuk dipindah (Ke Lapas).

Kalau tidak saya laporkan ke Komjak, Komisi III DPR RI dan juga Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan," kata Boyamin saat dikonfirmasi, Sabtu (31/7/2021).

Boyamin juga menolak pembelaan JPU yang bilang belum dieksekusinya Pinangki lantaran masalah administratif.

Sebaliknya, ini menjadi bukti keengganan JPU untuk eksekusi Pinangki.

"Kalau memang eksekusi itu hanya administrasi sehari selesai.

Karena itu kan JPUnya sendiri, berkasnya semua di gedung bundar.

Dan tahanannya juga di Kejaksaan Agung RI, bukan di lapas lain atau tahanan dimana.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved