Breaking News:

Nasional

MAKI Ancam Pihak Kejaksaan RI karena Keberadaan Terdakwa Jaksa Pinangki: 'Kalau Tidak Saya Lapor'

Boyamin Saiman menyatakan akan melaporkan pihak Kejaksaan jika tak segera eksekusi Pinangki Sirna Malasari.

Editor: Frandi Piring
Tribunnews/Irwan Rismawan
Foto Djoko Tjandra menangis di persidangan, ikuti sidang lanjutan keterlibatan Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2020). Kabar terbaru, pihak MAKI mengancam Kejaksaan RI agar terdakwa suap korupsi Pinangki Sirna Malasari segera dikurung di Lapas. 

Jadi kalau tidak dieksekusi itu apapun diistimewakan dan dibedakan," ujarnya.

Lebih lanjut, Boyamin menilai ada perlakuan yang istimewa yang diberikan kepada Pinangki oleh Kejaksaan RI.

Hal ini berbeda dengan perlakuan yang diberikan kepada tahanan lainnya.

"Kita tunggu karena ini menjadi suatu yang perbedaan dan diistimewakan apapun.

Soal JPU mengatakan itu administrasi, loh kalau itu sehari kan selesai.

Itu hanya dalih saja sekedar menjawab dan memberikan alasan," tukasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan tidak memperlakukan istimewa eks Jaksa Pinangki Sirna Malasari yang terlibat kasus suap membantu perkara hukum Djoko Tjandra yang ketika itu masih menjadi buronan kasus korupsi.

Diketahui, eks Jaksa Pinangki masih belum juga dieksekusi ke lembaga permasyarakatan (Lapas) meskipun kasus hukumnya telah inkrah.

Dia harus menjalani hukuman 4 tahun penjara yang sebelumnya dipangkas dari 10 tahun penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Pusat Riono Budi Santoso menyampaikan tidak memiliki pertimbangan khusus untuk belum melakukan eksekusi terhadap eks Jaksa Pinangki.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved