Perceraian di Manado

Masalah Ekonomi dan Selingkuh, Dua Sebab Perceraian Marak Saat PPKM di Manado

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manado, angka perceraian Januari hingga Juli mencapai 199.

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO/FINNEKE WOLAJAN
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pinkan Matindas 

TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kasus perceraian di Kota Manado pada 2021 menunjukkan tren kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

Data Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Manado, angka perceraian Januari hingga Juli mencapai 199. 

Lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2020. Total perceraian tahun 2020 adalah 354 kasus. 

Tribun Manado menelusuri sejumlah kasus perceraian. Didapati tingginya kasus perceraian di masa PPKM dipicu masalah ekonomi.

Kesulitan ekonomi karena pembatasan operasional tempat usaha memicu pertengkaran rumah tangga yang berakhir dengan perceraian.

Sebab lainnya adalah orang ketiga. Di tengah PPKM, praktek hubungan terlarang tak surut. Malah kian menjadi jadi. 

Pemicunya medsos. Work from home membuat orang kian dekat dengan medsos. 

Dari medsos, orang berkenalan, saling curhat, janji jalan-jalan, kencan dan akhirnya melakukan hubungan terlarang. 

Sebab lainnya adalah PPKM membuat warga yang bekerja jauh tidak bisa pulang sesering mungkin. 

Dalam keterpisahan tersebut, pasangannya menjalin kisah cinta dan berakhir perceraian.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pinkan Matindas mengatakan, ekonomi menjadi faktor utama perceraian di Manado.

"Faktor ekonomi menyebabkan terjadi pertengkaran dalam rumah tangga," katanya.

Faktor orang ketiga, sebutnya, juga jadi penyebab perceraian.

Menurut dia, keutuhan keluarga memang diuji pada saat PPKM.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved