Olimpiade Tokyo 2020
Terungkap Alasan Mengapa Atlet Olimpiade Selalu Menggigit Medali Saat Berpose di Podium
Medali merupakan simbol juara bagi atlet di setiap cabang olahraga (cabor) Olimpiade. Ada tiga kategori medali, yaitu medali emas, perak, dan perunggu
Barulah pada Olimpiade St Louis 1904, pemberian medali emas untuk atlet juara pertama, perak (2), dan perunggu (3) mulai dilakukan.
Dilansir dari Metro, alasan para atlet menggigit medali Olimpiade telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu.
Pada zaman dulu, orang akan menggigit emas untuk memastikan keasliannya. Sebab, emas lebih lembut dan lebih mudah dibentuk daripada logam lain.
Salah satu cara untuk memastikan apakah itu emas asli atau bukan adalah dengan menggigitnya.
Dari situ, tradisi menggigit medali Olimpiade bertahan hingga saat ini, meski medali emas Olimpiade tidak sepenuhnya terbuat dari bahan emas.
Medali emas Olimpiade dibuat dari setidaknya 92,5 persen perak dan harus mengandung minimal 6 gram emas.
Kini, menggigit medali menjadi ciri khas setiap penyelenggaraan Olimpiade.
• Hasil Bulutangkis Olimpiade Tokyo 2020, Tunggal Putri Indonesia Menang, Gregoria Mariska Juara Grup
"Ini (menggigit medali) menjadi obsesi para fotografer," kata Presiden International Society of Olympic Historians David Wallechinsky kepada CNN.
"Saya pikir mereka (para fotografer) melihatnya sebagai bidikan ikonik, sebagai sesuatu yang mungkin bisa Anda jual. Saya tidak berpikir itu adalah sesuatu yang mungkin dilakukan oleh para atlet sendiri," tutur Wallechinsky.
Apa pun alasannya, menggigit medali khususnya medali emas memang telah menjadi pose ikonik di Olimpiade.
Para atlet Indonesia dari cabor badminton, seperti Susy Susanti, Taufik Hidayat, Hendra Setiawan/Markis Kido, dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, pun telah merasakan manisnya medali emas Olimpiade.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Mengapa Atlet Olimpiade Menggigit Medali Saat Berpose di Podium?