Breaking News:

Pemkab Sitaro Kontrol Tiap Apotek dan Jamin Ketersediaan Obat Terapi Covid-19

Ia pun mengakui di tengah lonjakan kasus Covid-19, permintaan obat-obatan untuk terapi Covid-19 mengalami peningkatan

Penulis: Octavian Hermanses | Editor: Charles Komaling
tribunmanado.co.id/Octavian Hermanses
Bupati Sitaro Evangelian Sasingen. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO- Kasus Corona Virus Disease 2019 atau Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah, termasuk di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro).
Selain pertambahan kasus dan warga harus menjalani perawatan medis di Rumah Sakit dan Puskesmas, tak sedikit pula pengidap virus corona tanpa gejala yang kini menjalani isolasi mandiri.

Bagi mereka yang menjalani isolasi memerlukan obat-obatan untuk proses terapi dengan cara membeli di apotek-apotek melalui keluarga atau kerabat dekat. Tak heran jika kebutuhan obat terapi Covid-19 seperti Azltromisin, Oseltamivir, Favipiravir, Remdesivir, serta obat multivitamin mengalami peningkatan.

Bahkan informasi yang diperoleh dari sejumlah apotek di wilayah Siau, ketersediaan beberapa jenis obat terapi Covid-19 mulai menipis. "Beberapa jenis obat masih tersedia, tapi stoknya terbatas. Ada juga yang sudah habis," ujar pengelola Apotik Kasih di Kelurahan Akesimbeka Kecamatan Siau Timur.

Ia pun mengakui di tengah lonjakan kasus Covid-19, permintaan obat-obatan untuk terapi Covid-19 mengalami peningkatan, termasuk multivitamin. "Tetap kami jual dengan harga standar," lanjut pengelola apotik yang enggan namanya dipublis.

Terkait kondisi ini, Bupati Kepulauan Sitaro Evangelian Sasingen memastikan ketersediaan obat-obatan untuk terapi pasien Covid-19 di apotik Puskesmas maupun Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) masih cukup untuk menangani para pasien yang sedang menjalani perawatan.

"Untuk rumah sakit dan puskesmas memang tersedia," kata bupati. Hanya saja, dengan kondisi membludaknya jumlah pasien Covid-19 seperti saat ini, pemerintah daerah agak sedikit kewalahan dalam penyediaan obat.

"Apalagi kan kejadian ini mendunia, jadi kadang-kadang agak kesulitan. Belum lagi kita daerah kepulauan yang harus melalui proses pengiriman," lanjutnya.

Disentil soal adanya praktik-praktik penimbunan obat di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, bupati meyakini kondisi demikian tidak ada di Kabupaten Sitaro.

"Karena ini bicara untuk kesehatan dan kemanusiaan, jadi saya rasa tidak ada penimbunan obat di daerah kita," ujarnya sembari memastikan, pemerintah daerah akan terus mengontrol aktivitas jual beli obat-obatan di setiap apotek.

"Memang ketika ada kekosongan obat di apotek karena memang benar-benar kosong, ada pandangan lain yang muncul, apalagi saat ini kebutuhan lagi meningkat," sebutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Sitaro, dr Semuel Raule mengiayakan ketersediaan obat-obatan terapi Covid-19 di seluruh Puseksmas maupun RSUD. Hanya saja dalam pembelian, Raule bilang harus menggunakan resep dokter.

"Kalau obat standar di puskesmas masih tersedia. Untuk rumah sakit standar obatnya berbeda, tapi tersedia di RSUD Lapangan Sawang dan RSUD Tagulandang," terangnya. "Untuk pembelian dan penggunaan, sebaiknya harus resep dokter karena itu golongan obat keras kecuali multivitamin bisa beli bebas," kuncinya. (*)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved