Bantuan Rp 2 Triliun
Muncul Sosok Ahok Terkait Sumbangan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Simak Ceritanya Berikut Ini
Diketahui ternyata sosok Akidi Tio memang suka memberi bantuan namun baru kali ini dipublikasi.
Sementara itu, Prof dr Hardi Darmawan yang membeberkan tentang kehidupan Akidi Tio dan keluarganya di masa lalu dan kini.
Prof Hardi merupakan dokter keluarga Akidi Tio sejak 40 tahun lalu.
Sosok Akidi Tio telah meninggal dunia pada 2009 silam dan dimakamkan di Palembang, Sumsel. Almarhum disebut-sebut sebagai pengusaha asal Aceh, tepatnya di Kota Langsa, Kabupaten Aceh Timur.
Kata Hardi Hardi Darmawan, Akidi Tio memiliki 7 orang anak, satu di antaranya Heriyanti yang tinggal di Palembang dan mewakili keluarga saat acara pemberian sumbangan secara simbolias, Senin (26/7/2021) kemarin.
Lima anak Akidi Tio lainnya kini berdomisili di Jakarta dan berkecimpung di dunia usaha. "Semuanya sukses di Jakarta," cerita Hardi dalam Sumsel Virtual Fest 'Ungkap Fakta Sumbangan Rp2 Triliun Keluarga Akidi Tio', Selasa (27/7/2021). Adapun satu lagi anak Akidi Tio sudah meninggal.
Hardi menceritakan sosok keluarga mendiang Akidi Tio serta anaknya-anaknya yang hidup sederhana.
"Karena setahu saya mereka sering membantu orang sehari-hari dan mereka sangat low profile, kehidupannya sederhana dan tak bermewah-mewah," jelas Prof Hardi.
Hardi menceritakan kembali kronologi dirinya dihubungi keluarga untuk memberikan bantuan.
Awalnya ia ditelepon oleh anak bungsu Akidi Tio bernama Heriyanti yang tinggal di Palembang.
"Beliau (Heriyanti) menelepon dua hari sebelum tanggal 26 Juli bahwa akan memberikan bantuan. Saya juga terkejut mereka sebutkan angka itu (Rp 2 triliun)," ungkapnya.
Alasan mereka membantu karena melihat banyaknya warga yang meninggal larena Covid-19, kekurangan oksigen, kekurangan obat dan lain sebagainya.
"Disebut Rp 2 triliun, saya terkejut, saya belum pernah mendengar uang sebanyak itu. Saya tanya lagi, untuk siapa ? Ya, untuk masyarakat Palembang, Sumsel umumnya," jelas Hardi.
Kepada Hardi, Heriyanti juga memberitahukan jika keluarganya mengenal Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri.
"Sebenarnya 5 anak Pak Akidi di Jakarta juga mau datang kemarin, tapi karena sedang pandemi, makanya hanya diwakilkan dengan anaknya yang ada di Palembang," kata Hardi.