Breaking News:

RHK Selasa 27 Juli 2021

BACAAN ALKITAB Kisah Para Rasul 5:4 - Mendustai Allah Demi Pencitraan

Ananias dan Safira, rela mendustai para rasul dan para jemaat, demi mendapatkan keuntungan ganda. Di satu sisi mereka mendapatkan

Editor: Aswin_Lumintang
Tribun Manado/Indra Sudrajat
Renungan dan Pembacaan Alkitab 

Kisah Para Rasul 5:4
TRIBUNMANADO.CO.ID - Ananias dan Safira, rela mendustai para rasul dan para jemaat, demi mendapatkan keuntungan ganda. Di satu sisi mereka mendapatkan keuntungan dari "mengebiri" hasil penjualan tanah, dan pada sisi lain mereka tetap mendapatkan pengakuan sebagai orang saleh karena ambil bagian dalam memberi untuk sesama dari hasil penjualan tanah mereka.

Inilah pikiran kotor mereka yang dipengaruhi oleh iblis. Ingin mengais keuntungan materi dan numpang ketenaran nama baik di balik dusta dan tipu daya mereka itu. Mereka lupa dengan siapa mereka berhadapan dan kepada siapa mereka berdusta.

Ilustrasi renungan
Ilustrasi renungan (internet)

Sebab Ananias dan Safira telah mendustai Roh Kudus. Demi pencitraan nama baik dan keuntungan materi, mereka rela mendustai Allah. Itu diketahui oleh Rasul Petrus yang telah dikuasai oleh Roh Kudus.

Padahal, tanah yang dijual itu adalah milik mereka. Ketika dijual uangnya juga dalam kekuasaan mereka. Tapi, mereka rela berdusta kepada para rasul sekaligus kepada Roh Kudus, demi pencitraan nama baik keluarga mereka.

Demikian firman Tuhan hari ini.
" Selama tanah itu tidak dijual, bukankah itu tetap kepunyaanmu, dan setelah dijual, bukankah hasilnya itu tetap dalam kuasamu? Mengapa engkau merencanakan perbuatan itu dalam hatimu? Engkau bukan mendustai manusia, tetapi mendustai Allah." (ay 4)_

Bagi Petrus, bukan soal materi uang yang diberikan. Bukan soal jumlahnya atau karena sebagiannya. Tapi ketidakjujuran dari keduanya. Dia juga tidak memaksakan agar Ananias dan isterinya harus menyerahkan semua hasil jualan tanah itu, tapi karena dusta dan kemunafikan mereka. Itulah yang tidak dapat diterima oleh para rasul itu. Ananias dan Safira mendustai Tuhan, demi kesenangan duniawi, itu keji di hadapan mereka.

Bersama orang saleh lainnya dalam kumpulan orang percaya (jemaat mula-mula), keduanya sudah bernazar kepada Tuhan untuk memberikan persembahan dari seluruh hasil penjualannya untuk Tuhan. Tapi yang terjadi, mereka malah mengebiri persembahan yang sudah dinazarkan kepada Allah tersebut.

Ananias menganggap bahwa perbuatan mereka itu aman. Itu rahasia mereka berdua. Karena hanya mereka yang tahu siasat jahat itu. Tapi, karena mereka mendustai Allah, maka mereka menerima akibat kesalahannya.
Sahabat Kristus, sengaja atau tidak, sadar atau tidak, langsung atau tidak, bisa saja kita mengebiri persembahan kita kepada Tuhan. Atau kita memberi persembahan dengan tidak tulus dan merupakan hasil penipuan atau kejahatan tertentu. Kita sering tidak jujur dan tidak tulus dalam hal memberi persembahan.

Kita memberi persembahan atau partisipasi, agar kita dikenal baik. Atau karena ada kepentingan tertentu. Sehingga persembahan kita tidak lagi tulus, tapi karena "ada udang di balik batu." Entah dalil atau alasan apapun itu.

Bahkan kita rela mendustai hingga menipu Tuhan dalam hal memberi. Kita bernazar, tapi tidak melakukannya. Itu namanya pengkhianatan. Karena itu, jauhilah sikap dan prilaku pendusta. Karena pendusta adalah ciri khaa prilaku iblis.

Jangan juga memanfaatkan persembahan kita untuk maksud tertentu. Tapi berilah dalam ketulusan dan jauh dari kemunafikan. Jangan mendustai Tuhan demi mendapatkan pengakuan masyarakat bahwa kita baik. Hati-hatilah karena Tuhan itu amat sangat mahakuasa dan amat sangat maha adil.

Dia akan berlaku adil kepada semua orang, menurut perbuatannya masing-masing. Cepat atau lama, kita akan menuai dari segala perbuatan kita, baik di bumi maupun di sorga.

Demikian sebagai keluarga dan umat Kristen, jagalah hati kita. Hiduplah baik dan benar. Jangan mendustai Tuhan, sebab itu mendukakan hati-Nya. Buatlah Tuhan tersenyum karena perbuatan kita yang menyenangkan hati-Nya dalam situasi dan kondisi apapun juga.

Sebagai orang beriman, hiduplah sesuai kehendak firman Tuhan. Jauhkan kemunafikan dan segala kejahatan, niscaya hidup kita diberkati oleh Tuhan Yesus dalam segala hal. Amin

DOA: Tuhan Yesus, pakailah hidup kami untuk menyenangkan hati-Mu dan menjadi berkat bagi semua orang. Amin

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved