Pandemi Covid 19

Kasus Covid-19 di AS Melonjak Tiga Kali Lipat, Dipicu Maraknya Salah Informasi soal Vaksin

Sebagian besar pasien Covid-19 kali ini adalah mereka yang berusia 20, 30 dan 40 tahunan, dan tidak divaksinasi.

(ALEX EDELMAN / AFP)
Presiden terpilih AS Joe Biden menerima vaksinasi Covid-19 di kampus Christiana Care di Newark, Delaware pada 21 Desember 2020. (ALEX EDELMAN / AFP) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sejumlah rumah sakit di Amerika Serikat kewalahan menangani lonjakan kasus Covid-19 di negara itu. Para tenaga kesehatan pun kelelahan.

Dalam dua pekan terakhir, kasus Covid-19 meningkat tiga kali lipat dipicu maraknya informasi yang salah terkait vaksin.

“Staf kami, mereka frustrasi,” ujar Chad Neilsen, Direktur Pencegahan Penularan Penyakit di UF Health Jacksonville, sebuah rumah sakit di Florida, mengutip warta VOA Indonesia, Kamis (22/7/2021).

UF Health Jacsonville terpaksa membatalkan operasi dan prosedur elektif lain setelah melonjaknya jumlah pasien yang umumnya belum divaksinasi Covid-19 di dua kampus, dari 16 kasus pada pertengahan Mei lalu menjadi 134 kasus.

“Mereka lelah. Mereka pikir ini seperti deja-vu, dan ada kemarahan, karena kita tahu ini situasi yang umumnya dapat dicegah. Namun, orang-orang tidak memanfaatkan vaksin.” tambahnya,.

Johns Hopkins University mencatat di seluruh Amerika Serikat (AS), rata-rata kasus harian baru selama dua pekan terakhir melesat dari kurang 13.700 kasus pada 6 Juli lalu menjadi lebih dari 37.000 kasus.

Sejumlah pejabat kesehatan menyalahkan varian Delta dan lambatnya laju vaksinasi sebagai penyebab lonjakan itu.

Menurut Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Centers for Disease Control/CDC), hanya 56,2 persen warga AS yang telah mendapatkan sedikitnya satu dosis vaksin.

Di Louisiana, Rabu (21/7/2021), pejabat-pejabat kesehatan melaporkan 5.388 kasus baru Covid-19 atau yang kasus harian baru ketiga tertinggi sejak mulai merebaknya virus mematikan ini pada Maret 2020.

Jumlah layanan rawat inap di rumah sakit di seluruh AS juga naik, dari 600 pada pertengahan Juni menjadi 844 kasus.

Utah melaporkan 295 orang dirawat di rumah sakit karena virus ini, yang tertinggi sejak Februari lalu.

Seminggu terakhir ini negara bagian itu memiliki rata-rata sekitar 622 kasus per hari atau sekitar tiga kali lipat dibanding penularan pada titik terendah awal Juni lalu.

Data kesehatan menunjukkan lonjakan umumnya terjadi pada orang-orang yang tidak divaksinasi.

“Ini seperti melihat kecelakaan mobil sebelum terjadi,” ujar Dr James Williams, seorang profesor klinis kedokteran darurat di Texas Tech, yang baru-baru ini mulai merawat lebih banyak lagi pasien Covid-19.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved